Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 04 Juni 2026
home lifestyle muslim detail berita

Mengungkap Potensi Hutan Indonesia sebagai Bioekonomi di Forum Global

lusi mahgriefie Kamis, 04 Juni 2026 - 11:30 WIB
Mengungkap Potensi Hutan Indonesia sebagai Bioekonomi di Forum Global
ParagonCorp hadiri forum global di London, Inggris, mengungkap potensi hutan di Indonesia untuk bioekonomi. Foto: dok. ParagonCorp
LANGIT7.ID-, London - Di balik fungsi ekologis hutan sebagai penyimpan karbon, penjaga sumber air, dan rumah bagi berbagai satwa liar, hutan juga menyimpan potensi ekonomi yang besar. Kuncinya adalah bagaimana potensi tersebut dimanfaatkan tanpa merusak ekosistem yang ada.

Konsep inilah yang kini semakin dikenal sebagai bioekonomi, yakni pemanfaatan sumber daya hayati secara berkelanjutan untuk menciptakan nilai ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Di Indonesia, yang memiliki salah satu kekayaan biodiversitas terbesar di dunia, peluang pengembangan bioekonomi sangat terbuka lebar.

Potensi tersebut menjadi pesan utama yang dibawa ParagonCorp saat menghadiri Partnership for Forests Conference (P4F) di London, sebuah forum internasional yang didukung Pemerintah Inggris untuk mendorong model bisnis yang membuktikan bahwa hutan dapat tetap lestari sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Sebagai satu-satunya perusahaan kecantikan Indonesia yang hadir dalam forum tersebut, ParagonCorp memperkenalkan peluang pemanfaatan hasil hutan non-kayu sebagai bagian dari masa depan bioekonomi Indonesia.

Baca juga: Ekspor Produk Halal Indonesia Tumbuh 2,52 Persen, Kemendag Genjot Pembukaan Pasar Baru

Salah satu contoh yang diangkat adalah Illipe Butter, bahan alami yang berasal dari buah pohon tengkawang (Shorea stenoptera) yang tumbuh di Kalimantan Barat.

Berbeda dengan komoditas yang memerlukan pembukaan lahan baru, bahan ini diperoleh dari hasil panen yang mengikuti siklus alami pohon di hutan.

Menariknya, proses pengumpulan buah tengkawang dilakukan oleh komunitas Dayak tanpa perlu menebang pohon atau membuka kawasan hutan baru. Dengan demikian, masyarakat memperoleh nilai ekonomi dari hasil hutan sambil tetap menjaga keberlangsungan ekosistem tempat pohon tersebut tumbuh.

Mengungkap Potensi Hutan Indonesia sebagai Bioekonomi di Forum Global

"Indonesia memiliki kekayaan hayati yang luar biasa. Melalui forum ini kami ingin menunjukkan bahwa hutan yang tetap berdiri juga dapat menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat apabila dikelola secara bertanggung jawab," ujar Deputy CEO & Chief R&D Officer ParagonCorp, Sari Chairunnisa dalam keterangan resminya, Kamis (4/5/2026).

Pemanfaatan hasil hutan non-kayu seperti Illipe Butter menjadi contoh bagaimana industri dapat berkontribusi terhadap pelestarian alam. Alih-alih mengubah hutan menjadi lahan produksi, masyarakat justru memiliki insentif untuk menjaga keberadaan pohon dan habitat di sekitarnya karena dari sanalah sumber penghasilan berasal.

Meski demikian, ParagonCorp menegaskan bahwa eksplorasi terhadap Illipe Butter masih berada pada tahap awal riset dan pengembangan. Kehadiran perusahaan di forum internasional tersebut bukan untuk meluncurkan produk baru, melainkan membuka diskusi mengenai peluang besar bioekonomi Indonesia yang masih dapat terus dikembangkan.

Lebih jauh, Paragon juga mengajak publik melihat hutan dari perspektif yang lebih luas. Hutan bukan sekadar kumpulan pepohonan, melainkan sistem kehidupan yang menjaga keseimbangan air, iklim, dan keanekaragaman hayati. Di saat yang sama, jutaan masyarakat Indonesia menggantungkan hidupnya pada keberadaan hutan.

Baca juga: Indonesia Turun ke Peringkat Empat, Peluang Ekonomi Syariah Global Makin Besar Belum Tergarap Maksimal

Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui dukungan terhadap perlindungan sekira 4.000 hektare hutan di Jambi dan sekitar 1.000 hektare hutan di Kalimantan bersama Indika Nature dan CFES.

Kawasan-kawasan tersebut menjadi habitat berbagai satwa penting seperti macan dahan Borneo, bekantan, beruang madu, rangkong gading, pangolin, owa kelawat, hingga binturong.

Mengungkap Potensi Hutan Indonesia sebagai Bioekonomi di Forum Global

Kisah Illipe Butter menunjukkan bahwa masa depan hutan tidak harus selalu dipertentangkan dengan pertumbuhan ekonomi. Dengan pendekatan bioekonomi yang tepat, keduanya dapat berjalan beriringan. Hutan tetap berdiri, keanekaragaman hayati tetap terjaga, dan masyarakat memperoleh manfaat ekonomi yang berkelanjutan.

Bagi Indonesia, yang memiliki kekayaan sumber daya hayati luar biasa, bioekonomi bukan sekadar tren global. Ia dapat menjadi jalan untuk membangun ekonomi yang lebih hijau sekaligus menjaga warisan alam bagi generasi mendatang.

"Kami percaya masa depan industri tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menciptakan inovasi, tetapi juga oleh kemampuan menjaga ekosistem dan komunitas yang mendukung inovasi tersebut. Perjalanan ini masih panjang, dan kami terus belajar untuk melangkah ke arah yang lebih baik," tutup Sari.

(lsi)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 04 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:48
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)