Situasi Palestina Makin Memburuk, Banyak Pusat Medis di Gaza Tak Berfungsi
Tim langit 7
Kamis, 06 Juni 2024 - 08:00 WIB
Beberapa rumah sakit di Gaza, Palestina yang masih beroperasi dengan pelayanan sangat minim.Foto/ilustrasi
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI) Retno Marsudi mengungkapkan, beberapa rumah sakit di Gaza, Palestina yang masih beroperasi dengan pelayanan sangat minim.
Rumah Sakit Indonesia di Gaza, yang sempat menjadi target serangan Israel, kini tidak beroperasi maksimal sejak November 2023.
"Hanya beberapa rumah sakit yang masih memberikan pelayanan kesehatan itu pun sangat minim dan Rumah sakit Indonesia di Gaza sudah tidak berfungsi secara maksimal sejak November tahun lalu," kata Retno dalam Public Lecturer: Diplomasi Indonesia untuk Palestina di UGM Yogyakarta, dikutip Kamis (6/6/2024).
"Situasinya sangat memprihatinkan. Tidak ada satupun kalimat yang dapat menjelaskan bahwa kondisi bangsa Palestina mengalami perbaikan. Situasi makin memburuk," imbuh Retno.
Baca juga:Muhammadiyah Tarik Dana Rp13 Triliun dari BSI, Pengamat Menduga Ada Sesuatu
Sementara layanan medis porak-poranda, Israel justru mengintensifkan serangan di Gaza, termasuk Rafah. Rafah adalah sebuah kawasan di selatan Jalur Gaza yang sebelumnya dinyatakan sebagai zona aman bagi warga Palestina.
Retno menyebut, serangan Israel di Rafah, yang diklaim sebagai upaya memburu tokoh-tokoh Hamas, semakin memperparah situasi. Direktur Regional World Health Organization (WHO) untuk Mediterania Timur, Hanan Balkhy, menyebut adanya pemblokiran akses mendapatkan peralatan medis.
Rumah Sakit Indonesia di Gaza, yang sempat menjadi target serangan Israel, kini tidak beroperasi maksimal sejak November 2023.
"Hanya beberapa rumah sakit yang masih memberikan pelayanan kesehatan itu pun sangat minim dan Rumah sakit Indonesia di Gaza sudah tidak berfungsi secara maksimal sejak November tahun lalu," kata Retno dalam Public Lecturer: Diplomasi Indonesia untuk Palestina di UGM Yogyakarta, dikutip Kamis (6/6/2024).
"Situasinya sangat memprihatinkan. Tidak ada satupun kalimat yang dapat menjelaskan bahwa kondisi bangsa Palestina mengalami perbaikan. Situasi makin memburuk," imbuh Retno.
Baca juga:Muhammadiyah Tarik Dana Rp13 Triliun dari BSI, Pengamat Menduga Ada Sesuatu
Sementara layanan medis porak-poranda, Israel justru mengintensifkan serangan di Gaza, termasuk Rafah. Rafah adalah sebuah kawasan di selatan Jalur Gaza yang sebelumnya dinyatakan sebagai zona aman bagi warga Palestina.
Retno menyebut, serangan Israel di Rafah, yang diklaim sebagai upaya memburu tokoh-tokoh Hamas, semakin memperparah situasi. Direktur Regional World Health Organization (WHO) untuk Mediterania Timur, Hanan Balkhy, menyebut adanya pemblokiran akses mendapatkan peralatan medis.