Bangkitkan Sektor Parekraf, Sandiaga Bakal Kembangkan Wisata Kesehatan
Garry Talentedo Kesawa
Selasa, 07 September 2021 - 12:00 WIB
Menparekraf Sandiaga Uno. (foto: istimewa)
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sedang mewacanakan pengembangan wisata kesehatan (wellness tourism) di Indonesia untuk membangkitkan sektor parekraf di Tanah Air.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, mengatakan pihaknya menjadikan wisata kesehatan sebagai program unggulan yang menargetkan pemberdayaan wisatawan nusantara. Kegiatan ini mengedepankan peningkatan kesehatan dan kebugaran fisik serta pemulihan kesehatan spiritual dan mental wisatawan.
"Selama ini, wisatawan nusantara setiap tahunnya menghabiskan hampir 11 miliar dolar AS lebih untuk berwisata kesehatan di luar negeri. Wisata kesehatan serta wisata kebugaran dan herbal ini akan kita kembangkan karena kita mempunyai pangsa pasar yang sangat besar," kata Sandiaga dalam keterangan resminya, Selasa (7/9).
Baca juga:Menparekraf Sebut Desa Wisata Bantu Pemulihan Ekonomi Nasional
Beberapa waktu yang lalu, Menparekraf sempat menjalani general medical check up di Rumah Sakit Siloam Lippo Village, Tangerang, Banten. Menurutnya, Indonesia memiliki fasilitas kesehatan yang cukup lengkap dan memadai sebagai penunjang pengembangan potensi wisata kesehatan.
"Ini adalah pariwisata berbasis quality and sustainability dan kita tidak kalah dengan rumah sakit di luar negeri. Misalnya di RS Eka Hospital untuk perawatan tulang belakang/spine, sudah menggunakan alat kedokteran buatan Jerman yang merupakan satu-satunya di Asia Tenggara," ucapnya.
Guna mendukung wisata kesehatan ini, Sandiaga menjelaskan bahwa Kemenparekraf menggandeng berbagai instansi kementerian/lembaga dan pihak swasta seperti rumah sakit, klinik, dan organisasi profesi seperti Perhimpunan Kedokteran Wisata Indonesia (Perkedwi).
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, mengatakan pihaknya menjadikan wisata kesehatan sebagai program unggulan yang menargetkan pemberdayaan wisatawan nusantara. Kegiatan ini mengedepankan peningkatan kesehatan dan kebugaran fisik serta pemulihan kesehatan spiritual dan mental wisatawan.
"Selama ini, wisatawan nusantara setiap tahunnya menghabiskan hampir 11 miliar dolar AS lebih untuk berwisata kesehatan di luar negeri. Wisata kesehatan serta wisata kebugaran dan herbal ini akan kita kembangkan karena kita mempunyai pangsa pasar yang sangat besar," kata Sandiaga dalam keterangan resminya, Selasa (7/9).
Baca juga:Menparekraf Sebut Desa Wisata Bantu Pemulihan Ekonomi Nasional
Beberapa waktu yang lalu, Menparekraf sempat menjalani general medical check up di Rumah Sakit Siloam Lippo Village, Tangerang, Banten. Menurutnya, Indonesia memiliki fasilitas kesehatan yang cukup lengkap dan memadai sebagai penunjang pengembangan potensi wisata kesehatan.
"Ini adalah pariwisata berbasis quality and sustainability dan kita tidak kalah dengan rumah sakit di luar negeri. Misalnya di RS Eka Hospital untuk perawatan tulang belakang/spine, sudah menggunakan alat kedokteran buatan Jerman yang merupakan satu-satunya di Asia Tenggara," ucapnya.
Guna mendukung wisata kesehatan ini, Sandiaga menjelaskan bahwa Kemenparekraf menggandeng berbagai instansi kementerian/lembaga dan pihak swasta seperti rumah sakit, klinik, dan organisasi profesi seperti Perhimpunan Kedokteran Wisata Indonesia (Perkedwi).