LANGIT7.ID-Jakarta; Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, membuka pameran instalasi mode dan perjalanan visual eksklusif yang menampilkan dan merayakan keindahan koleksi terbaru wastra nusantara mahakarya Ivan Gunawan bertajuk “NUSANOVA 2.0 SEKAR JAGAT”. Menbud menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan pameran wastra yang dapat menjadi elemen untuk mempromosikan budaya fesyen ke panggung internasional.
Memasuki edisi keduanya, NUSANOVA 2.0 menghadirkan Fashion Installation "SEKAR JAGAT", sebuah pengalaman kuratorial yang berlangsung pada 3–7 Agustus 2026 di D Gallerie, Jakarta. Lebih dari sekadar peluncuran koleksi, NUSANOVA 2.0 mengajak publik menikmati fesyen sebagai sebuah karya seni melalui ruang pamer yang imersif, di mana setiap koleksi, proses kreatif, hingga perjalanan lahirnya sebuah busana dapat diapresiasi secara lebih mendalam.
Wastra yang dipamerkan merupakan inspirasi dari Batik Sekar Jagat, khas Pamekasan, Madura. Koleksi ini mengeksplorasi karakter batik Madura yang dikenal berani, kaya warna, dan memiliki identitas visual yang kuat. Di tangan Ivan Gunawan, batik tidak lagi diposisikan sebatas busana formal, melainkan bertransformasi menjadi karya mode dengan siluet yang tegas, feminin, modern, bahkan berkarakter edgy hingga layak hadir di panggung red carpet.
Dalam sambutannya, Menteri Kebudayaan menegaskan bahwa Batik atau wastra nusantara telah menjadi ekosistem yang sudah tumbuh menjadi ekonomi budaya, bahkan menjadi industri budaya. “Budaya berada di hulu, lalu ekonomi kreatif, pariwisata, dan lain-lain berada di hilir. Kita juga perlu untuk melakukan hilirisasi budaya kita, salah satunya adalah melalui tangan-tangan para fashion designer kita. Para fashion designer bisa membawa wastra kita, termasuk batik, di tengah-tengah peradaban dunia.” ungkap Menbud dalam keterangannya, dikutip Selasa (4/8/2026).
Menteri Kebudayaan mengapresiasi setinggi-tingginya peran Ivan Gunawan karena menghargai para perajin, pelaku budaya, khususnya pembatik, dan juga komunitas yang berperan dalam industri batik. “Kita masih butuh banyak desainer-desainer yang mencintai budaya kita dan mudah-mudahan apa yang dilakukan oleh Mas Ivan Gunawan ini juga banyak dilakukan oleh teman-teman desainer lain dan juga bisa berkolaborasi dengan fashion designer dari luar. Itu juga salah satu cara cepat untuk mengakselerasi promosi wastra kita di dunia internasional, terutama di bidang fesyen,” Imbuh Menbud.
Sementara itu desainer Ivan Gunawan mengatakan pameran ini dihadirkan untuk membuka akses yang lebih luas terhadap karya dan wastra, khususnya bagi generasi muda serta para pelajar yang menekuni dunia mode. “Sebagai perancang busana, saya tidak ingin karya saya selalu menjadi sesuatu yang eksklusif. Saya ingin masyarakat Indonesia, pecinta kain dan wastra, serta generasi muda, khususnya anak-anak sekolah mode, dapat melihat karya ini dari dekat dan mendapatkan inspirasi. Saya ingin menunjukkan bahwa fesyen juga memiliki peran dalam pendidikan dan kebudayaan. Karena itu, pameran ini saya buka untuk masyarakat secara gratis, sehingga siapa pun dapat datang, melihat, belajar, dan menemukan inspirasi dari karya-karya yang ada,” ujar Ivan Gunawan.
Turut hadir mendampingi Menbud Fadli Zon pada kegiatan ini, diantaranya Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha Djumaryo; Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra; serta Kepala Museum dan Cagar Budaya, Indira Estiyanti Nurjadin.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Kebudayaan terus mendorong agar pameran wastra menjadi inspirasi lahirnya inovasi-inovasi baru yang berakar pada budaya Indonesia, memperkuat ekosistem fesyen nasional serta meneguhkan posisi wastra Nusantara sebagai kebanggaan Indonesia di mata dunia.
(lam)