LANGIT7.ID-Kairo, Mesir; Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon bertemu dengan Prof. Dr. Mahmoud Siddiq Hassan, Acting President of Al-Azhar University, di Kairo, Ahad (20/9). Pertemuan membahas penguatan kerja sama pendidikan, kebudayaan, bahasa, pertukaran akademik, dan hubungan antarmasyarakat.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan terima kasih atas sambutan Al-Azhar serta apresiasi atas hubungan historis Indonesia-Mesir. Mesir merupakan negara pertama yang mengakui kedaulatan Indonesia. Hubungan kedua negara juga berkembang melalui Konferensi Asia Afrika dan Gerakan Non-Blok. “Hubungan Indonesia dan Mesir, terutama melalui Al-Azhar, sangat erat. Sejak abad ke-19, bahkan sebelumnya, telah ada orang Indonesia yang belajar di Al-Azhar,” ungkap Menbud Fadli Zon.
Saat ini, sekitar 23 ribu mahasiswa Indonesia belajar di Al-Azhar. Menbud Fadli Zon mengapresiasi prestasi mahasiswa Indonesia serta dukungan Al-Azhar, KBRI Kairo, dan berbagai pihak terkait.
Prof. Mahmoud Siddiq Hassan menyampaikan rencana pengiriman akademisi Al-Azhar ke berbagai negara Islam melalui program Visiting Professor yang dibiayai penuh oleh Al-Azhar.
Program tersebut bertujuan memperkuat hubungan akademik dan kebudayaan antarnegara. Sejumlah perguruan tinggi Indonesia telah terlibat, antara lain Universitas Sebelas Maret, UIN Jakarta, dan perguruan tinggi lainnya. Al-Azhar juga tengah memproses kerja sama dengan sejumlah universitas di Indonesia.
Menurut Prof. Mahmoud, Al-Azhar saat ini memiliki sekitar 40 ribu mahasiswa dari 120 negara. Selain pendidikan, Al-Azhar berperan memperkuat hubungan antarmasyarakat dan pemahaman keagamaan yang moderat.
Menbud Fadli Zon mengapresiasi pembukaan Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia di Al-Azhar. Program tersebut mendapat minat tinggi dengan 247 pendaftar pada penerimaan sebelumnya. “Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia merupakan langkah strategis untuk mempererat hubungan Indonesia-Mesir melalui bahasa dan kebudayaan,” kata Menbud Fadli Zon.
Ia berharap program tersebut memperluas pemahaman tentang Indonesia di Timur Tengah. Indonesia memiliki kekayaan budaya dengan sekitar 1.300 kelompok etnis dan lebih dari 700 bahasa daerah.
Dekan Fakultas Bahasa dan Penerjemahan Al-Azhar menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan lahan, rancangan, dan konsep arsitektur untuk pembangunan Indonesian House. Gedung tersebut akan menjadi pusat pengenalan budaya Indonesia sekaligus ruang pembelajaran dan kegiatan mahasiswa Program Studi Bahasa Indonesia.
Menbud Fadli Zon meminta agar Al-Azhar menyampaikan rincian rencana pembangunan, termasuk anggaran, tahapan pelaksanaan, dan mekanisme pengelolaannya. “Rumah Indonesia dapat menjadi bentuk konkret kerja sama Indonesia dan Al-Azhar serta pusat pengenalan kebudayaan Indonesia di Mesir dan kawasan Timur Tengah,” jelas Menbud Fadli Zon.
Turut hadir untuk mendampingi Menteri Kebudayaan, di antaranya Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi dan Kerja Sama Kebudayaan, Endah T.D. Retnoastuti; Staf Khusus Menteri Bidang Protokoler dan Rumah Tangga, Rachmanda Primayuda; serta Direktur Promosi Kebudayaan, Wawan Yogaswara. Pertemuan ini juga dihadiri oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir, Kuncoro Giri Waseso; Wakil Rektor Universitas, yaitu Prof. Ramadan Al-Sawi; Prof. Sayed Bakri; dan Prof. Dr. Khaled Abbas; Dekan Fakultas Bahasa dan Terjemah, serta perwakilannya, Prof. Dr. Mohamed Madbouly Habib, dan Prof. Dr. Wael Nabil.
Al-Azhar juga menawarkan kerja sama publikasi dan riset, termasuk pemberian sejumlah hasil penelitian serta buku pendidikan untuk dimanfaatkan di Indonesia.
Menutup pertemuan, Menbud Fadli Zon menyampaikan terima kasih dan menitipkan mahasiswa Indonesia serta pengembangan Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia kepada Al-Azhar.
(lam)