Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 29 September 2026
home global news detail berita

Fadli Zon Pimpin Rapat Pleno KNIU, Peran Indonesia di UNESCO Diperkuat

tim langit 7 Selasa, 29 September 2026 - 14:52 WIB
Fadli Zon Pimpin Rapat Pleno KNIU, Peran Indonesia di UNESCO Diperkuat
Fadli Zon Pimpin Rapat Pleno KNIU, Peran Indonesia di UNESCO Diperkuat. Foto: Kemenbudaya
LANGIT7.ID, Jakarta,- - Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon memimpin Rapat Pleno Komisi Nasional Indonesia untuk United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) atau KNIU di Graha Utama Gedung A, Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta.

Rapat tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kelembagaan KNIU setelah penataan melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 31 Tahun 2026. Forum itu sekaligus menjadi wadah untuk mengonsolidasikan kementerian, lembaga, dan badan yang memiliki keterkaitan dengan program UNESCO.

Baca juga: Menteri Kebudayaan Fadli Zon Terpukau Monolog Ini, Kisah Adik Hilang Bikin Merinding

Dalam kapasitasnya sebagai Ketua KNIU, Fadli Zon menegaskan bahwa penempatan Sekretariat KNIU di Kementerian Kebudayaan tidak berarti mengambil alih tugas dan kewenangan teknis kementerian atau lembaga lainnya.

Menurut dia, langkah tersebut ditujukan untuk memperkuat koordinasi nasional sehingga posisi Indonesia dalam berbagai agenda UNESCO dapat disampaikan secara lebih terpadu.

“Rapat Pleno KNIU menguatkan koordinasi getting institution right, getting intervention right, and getting coordination right,” kata Fadli.

Ia menjelaskan, kementerian dan lembaga yang selama ini menjadi focal point UNESCO tetap menjalankan mandat serta kewenangan masing-masing. Implementasi program maupun konvensi UNESCO yang telah berjalan juga tetap menjadi tanggung jawab kementerian dan lembaga terkait.

“Tidak ada pengalihan kewenangan substantif dari kementerian/lembaga kepada KNIU, karena KNIU berfungsi sebagai fasilitator koordinasi, sinkronisasi, dan komunikasi antar pemangku kepentingan,” ujarnya.

Tiga Agenda Prioritas KNIU

Dalam rapat pleno tersebut, Fadli juga memaparkan tiga agenda prioritas KNIU yang akan dijalankan dalam satu tahun ke depan.

Baca juga: Fadli Zon Resmikan Perpustakaan Danantara di Museum Nasional, Intip Koleksinya

Agenda pertama adalah melakukan pemetaan seluruh program UNESCO di Indonesia. Pemetaan tersebut mencakup World Heritage, Memory of the World, Global Geoparks, Biosphere Reserve, serta berbagai program dan jaringan UNESCO lainnya.

Kedua, KNIU akan memperkuat diplomasi Indonesia di UNESCO. Upaya ini dilakukan melalui peningkatan koordinasi posisi Indonesia dalam berbagai sidang UNESCO, dukungan terhadap pencalonan Indonesia pada sejumlah badan antarpemerintah UNESCO, serta peningkatan kontribusi Indonesia dalam agenda global UNESCO.

Sementara agenda ketiga berkaitan dengan penguatan pelaporan dan monitoring secara lebih terkoordinasi. Langkah tersebut ditujukan untuk memastikan seluruh laporan periodik kepada UNESCO dapat diselesaikan tepat waktu.

KNIU juga akan mendorong mekanisme berbagi data dan informasi yang lebih baik di antara para focal point.

KNIU Aktifkan Sejumlah Kelompok Kerja

Untuk memperkuat koordinasi lintas lembaga, Fadli Zon mengarahkan agar Kelompok Kerja (Pokja) diaktifkan sebagai salah satu instrumen kerja utama KNIU.

Baca juga: Fadli Zon Ungkap Indonesia sebagai ‘Mega Laboratorium’ Ilmu Sosial, Ini Alasannya

Beberapa Pokja yang akan diaktifkan antara lain Pokja Pendidikan, Pokja Ilmu Pengetahuan, Pokja Kebudayaan, serta Pokja Komunikasi dan Informasi. Pokja lainnya dapat dibentuk sesuai kebutuhan.

Keberadaan Pokja diharapkan menjadi ruang koordinasi teknis dan substansi bagi kementerian dan lembaga yang terkait dengan program UNESCO.

Rapat Pleno KNIU juga menjadi forum integrasi untuk membahas berbagai program di bidang kebudayaan, ilmu pengetahuan, pendidikan, serta komunikasi. Masing-masing perwakilan kementerian dan lembaga menyampaikan program UNESCO yang menjadi tanggung jawabnya.

Melalui forum tersebut, KNIU diharapkan dapat membangun mekanisme koordinasi nasional yang lebih efektif sekaligus menyusun peta keterlibatan Indonesia dalam seluruh instrumen UNESCO.

Selain itu, forum tersebut ditujukan untuk membangun komitmen bersama agar KNIU menjadi simpul utama koordinasi nasional sesuai amanat Operational Guidelines for National Commissions for UNESCO.

Menutup rapat, Fadli berharap KNIU dapat menjadi rumah bersama bagi seluruh pemangku kepentingan UNESCO di Indonesia. Ia menekankan pentingnya sinergi antarlembaga dan semangat kolaborasi dalam meningkatkan partisipasi Indonesia di forum internasional UNESCO.

Baca juga: Ada 23 Ribu Mahasiswa Indonesia di Univ Al-Azhar, Fadli Zon Ungkap Rencana Besar Ini

“Indonesia harus hadir lebih kuat, lebih terkoordinasi, dan lebih berpengaruh dalam forum UNESCO. Dengan itu, kami mengajak seluruh anggota KNIU untuk mendukung implementasi Perpres Nomor 31 Tahun 2026 demi penguatan peran Indonesia di UNESCO,” kata Fadli.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 29 September 2026
Imsak
04:14
Shubuh
04:24
Dhuhur
11:47
Ashar
14:53
Maghrib
17:51
Isya
18:59
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan