home global news

Penarikan Dana Muhammadiyah Rp13 Triliun Tak Berdampak Signifikan, Analis: Harga Saham BRIS Sudah Terpriced-In

Rabu, 12 Juni 2024 - 17:58 WIB
Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Penarikan dana sebesar Rp13 triliun oleh Muhammadiyah dari PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) telah menjadi sorotan di tengah dinamika pasar saham perbankan syariah. Namun, menurut Nafan Aji Gusta, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, dampak penarikan dana tersebut terhadap harga saham BRIS sebenarnya sudah terpriced-in sebelumnya.

Nafan menjelaskan bahwa koreksi harga saham BRIS sebenarnya telah terjadi sebelum informasi penarikan dana ini beredar luas. Hal ini terjadi ketika fase markup pada daily chart mulai berakhir, dan aksi profit taking oleh investor mulai terjadi setelah fase akumulasi sebelumnya.

Meski penarikan dana sebesar Rp13 triliun terdengar signifikan, jumlah tersebut hanya mewakili 0,04 persen dari total Dana Pihak Ketiga (DPK) BRIS. “Oleh karena itu, dampaknya terhadap likuiditas bank tidak terlalu besar. BRIS masih memiliki 99 persen DPK lainnya yang dapat diputar untuk ekspansi permodalan dan kredit, serta meningkatkan kinerja dan net interest margin ke depan,” ujar Nafan kepada Langit7.id, Rabu (12/6/2024).

Nafan menyatakan bahwa penarikan dana ini sebenarnya dilakukan untuk konsolidasi keuangan Muhammadiyah, bukan karena alasan lain yang lebih serius. Selain itu, BRIS juga memiliki sumber dana lain seperti dana haji dan dana dari nasabah lainnya yang menggunakan jasa syariah.

Ke depan, Nafan berharap bahwa setelah konsolidasi keuangan Muhammadiyah selesai dan likuiditas global meningkat, suku bunga acuan di tahun ini masih bisa diturunkan. Ini akan berdampak positif terhadap likuiditas perbankan, termasuk BRIS. Pada saat itu, Muhammadiyah diharapkan juga dapat meningkatkan simpanannya kembali di BRIS karena bunga simpanan akan menjadi lebih rendah.

Dengan demikian, penarikan dana Muhammadiyah dari BRIS dianggap tidak terlalu signifikan dan hanya bersifat sementara. Prospek masa depan BRIS masih cerah, terutama jika suku bunga acuan dapat diturunkan, yang akan meningkatkan likuiditas perbankan dan menarik kembali minat Muhammadiyah untuk menyimpan dananya di BRIS.

Sebagai informasi, berdasarkan data RTI harga saham BRIS hari ini ditutup di level 2.150, mengalami penurunan 0,92%. Price Earning Ratio (PER) perseroan berada di 14.52 dan market capital (market cap) di Rp99.18 triliun.
(lam)
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
muhammadiyah bank syariah indonesia bsi saham bsi bris
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya