Portugal Melaju ke 16 Besar, Silva dan Fernandes Buat Turki Bertekuk Lutut
Nabil
Ahad, 23 Juni 2024 - 07:51 WIB
Portugal Melaju ke 16 Besar, Silva dan Fernandes Buat Turki Bertekuk Lutut
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Di Dortmund yang panas dan berisik, Portugal memastikan diri juara Grup F. Mereka menang telak 3-0 lawan Turki yang kewalahan. Portugal menang besar, tapi bukan karena mereka main hebat. Justru karena mereka nggak perlu ngegas. Rasanya kayak nonton tim orang dewasa main santai lawan anak SD.
Masalah terbesar Portugal di sini? Banyak fans nekat yangambil kesempatan selfie sama Cristiano Ronaldo. Ada empat orang yang nekat masuk lapangan selama 90 menit. Pertama, anak kecil lucu yang senyum lebar. Kedua, remaja yang kebingungan. Ketiga, bapak-bapak yang bikin malu. Keempat, orang aneh yang lari-lari nggak jelas. Setelah peluit panjang, masih ada dua lagi. Total enam orang!
Pasti tim Ronaldo bakal protes ke UEFA. "Klien kami terlalu terkenal buat keamanan kalian." Tapi serius nih, cowok yang paling banyak followers di Instagram ini butuh penjagaan yang jauh lebih ketat. UEFA sama tuan rumah harus segera beresin kekacauan ini. Selain bikin jengkel, ini juga bahaya. Mungkin Ronaldo perlu bodyguard khusus yang bawa senjata setrum.
Portugal bisa main santai sebagian besar pertandingan. Ini bukti formasi mereka solid banget. Kuat di semua posisi, kontrol bola di tengah lapangan mulus banget. Habis pertandingan, MartÃnez bilang tugasnya adalah "nyeimbangin bakat individu sama taktik yang fleksibel". Dia juga cerita betapa senengnya para pemain, betapa semangatnya mereka karena dukungan fans. Kedengerannya beda banget sama tim lain yang lagi seret ya?
Banyak komentator Inggris yakin banget tim mereka punya bakat yang bikin iri dunia. Padahal Portugal punya tim yang lebih kuat di tiap posisi, lebih seimbang, punya gaya main khas Portugal. Mereka nggak perlu bikin taktik dadakan kayak pelatih Inggris. Portugal bakal susah banget dihentikan nih.
Stadion BVB Dortmund keliatan aneh pas kick-off. Merah di mana-mana. Ini stadion paling industrial di Rhine-Ruhr, atapnya dari logam lancip kayak pintu pesawat alien yang jatuh. Pusat kota Dortmund rame banget, kebanyakan turis Turki-Jerman. Kadang berasa kayak Turki yang jadi tuan rumah.
Vincenzo Montella ganti empat pemain, yang paling mencolok nggak mainnya Arda Guler si remaja super. Turki main agresif di awal, nyerang lewat sayap. Tapi 10 menit kemudian, Portugal langsung ambil alih.
Masalah terbesar Portugal di sini? Banyak fans nekat yangambil kesempatan selfie sama Cristiano Ronaldo. Ada empat orang yang nekat masuk lapangan selama 90 menit. Pertama, anak kecil lucu yang senyum lebar. Kedua, remaja yang kebingungan. Ketiga, bapak-bapak yang bikin malu. Keempat, orang aneh yang lari-lari nggak jelas. Setelah peluit panjang, masih ada dua lagi. Total enam orang!
Pasti tim Ronaldo bakal protes ke UEFA. "Klien kami terlalu terkenal buat keamanan kalian." Tapi serius nih, cowok yang paling banyak followers di Instagram ini butuh penjagaan yang jauh lebih ketat. UEFA sama tuan rumah harus segera beresin kekacauan ini. Selain bikin jengkel, ini juga bahaya. Mungkin Ronaldo perlu bodyguard khusus yang bawa senjata setrum.
Portugal bisa main santai sebagian besar pertandingan. Ini bukti formasi mereka solid banget. Kuat di semua posisi, kontrol bola di tengah lapangan mulus banget. Habis pertandingan, MartÃnez bilang tugasnya adalah "nyeimbangin bakat individu sama taktik yang fleksibel". Dia juga cerita betapa senengnya para pemain, betapa semangatnya mereka karena dukungan fans. Kedengerannya beda banget sama tim lain yang lagi seret ya?
Banyak komentator Inggris yakin banget tim mereka punya bakat yang bikin iri dunia. Padahal Portugal punya tim yang lebih kuat di tiap posisi, lebih seimbang, punya gaya main khas Portugal. Mereka nggak perlu bikin taktik dadakan kayak pelatih Inggris. Portugal bakal susah banget dihentikan nih.
Stadion BVB Dortmund keliatan aneh pas kick-off. Merah di mana-mana. Ini stadion paling industrial di Rhine-Ruhr, atapnya dari logam lancip kayak pintu pesawat alien yang jatuh. Pusat kota Dortmund rame banget, kebanyakan turis Turki-Jerman. Kadang berasa kayak Turki yang jadi tuan rumah.
Vincenzo Montella ganti empat pemain, yang paling mencolok nggak mainnya Arda Guler si remaja super. Turki main agresif di awal, nyerang lewat sayap. Tapi 10 menit kemudian, Portugal langsung ambil alih.