Kemenparekraf Optimalkan Pengembangan Ekonomi Digital
Garry Talentedo Kesawa
Selasa, 07 September 2021 - 21:19 WIB
ilustrasi (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) akan mengoptimalkan pengembangan ekosistem ekonomi digital di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Hal ini ditujukkan bagi para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) di tengah pandemi Covid-19.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan, pandemi Covid-19 telah memicu terjadinya akselerasi proses digitalisasi. Berdasarkan survei We Are Social pada April 2021, sekitar 88,1 persen pengguna internet di Indonesia menggunakan layanan perdagangan elektronik (e-commerce) untuk berbelanja produk.
"Di masa penuh tantangan seperti saat ini, kita harus mampu menangkap peluang secara kreatif sebagai peluang untuk membangkitkan ekonomi dan menjadi pandemic winner," kata Sandiaga saat Virtual Media Briefing, Selasa (7/9).
Dengan maraknya kehadiran edutech, Sandiaga menjelaskan bahwa pemerintah harus dapat mengoptimalkan kegiatan bimbingan teknis. Bahkan, dapat menyambungkan pelatih-pelatih berkualitas dari luar negeri.
Baca juga:Pandemi Berdampak, Kominfo Bentuk Resilient Team Tingkatkan Kompetensi SDM
"Kegiatan bimbingan teknis biasanya memakan biaya tinggi karena dilakukan di berbagai titik di daerah, dengan model pembelajaran jarak jauh yang sangat lebih efisien. Ini salah satu contoh pemanfaatan teknologi yang efisien bagi pasar dan pemangku kepentingan," ujarnya.
Sandiaga juga mengatakan bahwa pemerintah berkomitmen untuk terus mendukung perkembangan ekosistem startup di Indonesia, khususnya dalam berinovasi dan berkontribusi dalam mewujudkan visi besar Indonesia menjadi negara maju dan kekuatan ekonomi digital terbesar di masa depan.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengatakan, pandemi Covid-19 telah memicu terjadinya akselerasi proses digitalisasi. Berdasarkan survei We Are Social pada April 2021, sekitar 88,1 persen pengguna internet di Indonesia menggunakan layanan perdagangan elektronik (e-commerce) untuk berbelanja produk.
"Di masa penuh tantangan seperti saat ini, kita harus mampu menangkap peluang secara kreatif sebagai peluang untuk membangkitkan ekonomi dan menjadi pandemic winner," kata Sandiaga saat Virtual Media Briefing, Selasa (7/9).
Dengan maraknya kehadiran edutech, Sandiaga menjelaskan bahwa pemerintah harus dapat mengoptimalkan kegiatan bimbingan teknis. Bahkan, dapat menyambungkan pelatih-pelatih berkualitas dari luar negeri.
Baca juga:Pandemi Berdampak, Kominfo Bentuk Resilient Team Tingkatkan Kompetensi SDM
"Kegiatan bimbingan teknis biasanya memakan biaya tinggi karena dilakukan di berbagai titik di daerah, dengan model pembelajaran jarak jauh yang sangat lebih efisien. Ini salah satu contoh pemanfaatan teknologi yang efisien bagi pasar dan pemangku kepentingan," ujarnya.
Sandiaga juga mengatakan bahwa pemerintah berkomitmen untuk terus mendukung perkembangan ekosistem startup di Indonesia, khususnya dalam berinovasi dan berkontribusi dalam mewujudkan visi besar Indonesia menjadi negara maju dan kekuatan ekonomi digital terbesar di masa depan.