VOB, Band Metal Berhijab yang Rendah Hati, Dunia Sampai Memuji Selangit
Tim langit 7
Sabtu, 29 Juni 2024 - 07:45 WIB
VOB, Band Metal Berhijab yang Rendah Hati, Dunia Sampai Memuji Selangit
LANGIT7.ID-London; Ketiga gadis ini mulai membuat musik metal sejak SMA, namun mereka tidak pernah menyangka bisa membuat sejarah bagi Indonesia di Glastonbury.
Band yang mereka bentuk - Voice of Baceprot - tampil di festival tahun ini dan ketika mengetahui bahwa mereka diundang, mereka “bingung”.
“Karena kami tidak tahu betapa serunya [festival] ini… Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan selanjutnya,” kata vokalis band tersebut, Firdda Marsya Kurnia.
Tekanan pun muncul setelah ketiganya sadar akan menjadi band Indonesia pertama yang tampil di festival musik terbesar Eropa itu. Penampil utama di festival lima hari tahun ini termasuk Coldplay dan Dua Lipa.
Voice of Baceprot - terdiri dari Marsya, drummer Euis Siti Aisyah dan bassist Widi Rahmawati - tampil pada hari Jumat. Baceprot (diucapkan “bah-che-prot”) berarti “kebisingan” dalam bahasa Sunda, salah satu bahasa yang paling banyak digunakan di Indonesia.
Ketiga perempuan ini telah menempuh perjalanan panjang sejak bersekolah di desa mereka 10 tahun lalu.
Mereka telah menjadi berita utama internasional karena menantang norma-norma gender dan agama, dan telah melakukan tur internasional, termasuk di Eropa dan Amerika.
Band yang mereka bentuk - Voice of Baceprot - tampil di festival tahun ini dan ketika mengetahui bahwa mereka diundang, mereka “bingung”.
“Karena kami tidak tahu betapa serunya [festival] ini… Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan selanjutnya,” kata vokalis band tersebut, Firdda Marsya Kurnia.
Tekanan pun muncul setelah ketiganya sadar akan menjadi band Indonesia pertama yang tampil di festival musik terbesar Eropa itu. Penampil utama di festival lima hari tahun ini termasuk Coldplay dan Dua Lipa.
Voice of Baceprot - terdiri dari Marsya, drummer Euis Siti Aisyah dan bassist Widi Rahmawati - tampil pada hari Jumat. Baceprot (diucapkan “bah-che-prot”) berarti “kebisingan” dalam bahasa Sunda, salah satu bahasa yang paling banyak digunakan di Indonesia.
Ketiga perempuan ini telah menempuh perjalanan panjang sejak bersekolah di desa mereka 10 tahun lalu.
Mereka telah menjadi berita utama internasional karena menantang norma-norma gender dan agama, dan telah melakukan tur internasional, termasuk di Eropa dan Amerika.