Cegah Covid-19 Varian Mu, Indonesia Perketat Pengawasan Pintu Masuk
Fajar adhitya
Selasa, 07 September 2021 - 22:22 WIB
Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, salah satu pintu masuk Indonesia dari jalur udara Foto: Langit7.id/istock
Saat ini muncul varian baru dari virus korona penyebab pandemi Covid-19 yakni MU atau B.1.621 Pemerintah pun bergerak cepat mengantisipasi varian Mu ke Tanah Air dengan meningkatkan pengawasan di seluruh area pintu masuk ke Indonesia dari luar negeri.
Pada akhir Agustus lalu WHO mengumumkan varian Covid-19 bernama Mu, yang pertama kali ditemukan di Kolombia pada Januari lalu. Menurut WHO, varian tersebut memiliki mutasi yang menunjukkan risiko resistensi terhadap vaksin. Badan kesehatan dunia itu juga menekankan bahwa penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk lebih memahaminya.
“Pemerintah bergerak cepat dan tepat untuk mengantisipasi masuknya COVID-19 Varian Mu atau B.1.621. Semua ini dilakukan agar Indonesia tidak mengalami gelombang ketiga COVID-19,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate dalam siaran pers dikutip Selasa (7/9/2021)
Johnny memastikan bahwa pengawasan dilakukan di seluruh pintu masuk, seperti bandara dan pelabuhan.
Pemeriksaan dilakukan secara "whole genome sequencing" kepada seluruh WNI atau WNA yang memiliki riwayat perjalanan ke negara dengan tingkat penyebaran Varian Mu tinggi, seperti Kolombia, Jepang, India, Hongkong, Ekuador.
"Whole genome sequencing" merupakan upaya untuk mengetahui penyebaran mutasi virus SARS-Cov2 atau COVID-19.
Berdasar catatan WHO pada Senin (6/9), Varian Mu telah ditemukan di 46 negara. Namun varian ini belum ditemukan di negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Pada akhir Agustus lalu WHO mengumumkan varian Covid-19 bernama Mu, yang pertama kali ditemukan di Kolombia pada Januari lalu. Menurut WHO, varian tersebut memiliki mutasi yang menunjukkan risiko resistensi terhadap vaksin. Badan kesehatan dunia itu juga menekankan bahwa penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk lebih memahaminya.
“Pemerintah bergerak cepat dan tepat untuk mengantisipasi masuknya COVID-19 Varian Mu atau B.1.621. Semua ini dilakukan agar Indonesia tidak mengalami gelombang ketiga COVID-19,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate dalam siaran pers dikutip Selasa (7/9/2021)
Johnny memastikan bahwa pengawasan dilakukan di seluruh pintu masuk, seperti bandara dan pelabuhan.
Pemeriksaan dilakukan secara "whole genome sequencing" kepada seluruh WNI atau WNA yang memiliki riwayat perjalanan ke negara dengan tingkat penyebaran Varian Mu tinggi, seperti Kolombia, Jepang, India, Hongkong, Ekuador.
"Whole genome sequencing" merupakan upaya untuk mengetahui penyebaran mutasi virus SARS-Cov2 atau COVID-19.
Berdasar catatan WHO pada Senin (6/9), Varian Mu telah ditemukan di 46 negara. Namun varian ini belum ditemukan di negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia.