Southgate Mempertimbangkan Perubahan Taktik Besar untuk Inggris vs Swiss
Nabil
Jum'at, 05 Juli 2024 - 13:56 WIB
Southgate Mempertimbangkan Perubahan Taktik Besar untuk Inggris vs Swiss
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Inggris sedang menjajaki opsi untuk mengubah formasi menjadi sistem tiga bek menjelang perempat final EURO 2024 melawan Swiss pada Sabtu ini. Tampaknya semakin mungkin Gareth Southgate akan meninggalkan formasi 4-2-3-1 andalannya dalam upaya terbaru untuk mendorong Tim berjuluk Three Lions ke performa terbaiknya.
Inggris mengakhiri kemenangan babak 16 besar atas Slovakia akhir pekan lalu dengan beralih ke sistem 3-5-2 pada menit-menit akhir waktu normal. Perubahan ini langsung membuahkan hasil bagi tim yang berharap menjuarai Piala Eropa ini. Harry Kane menyundul gol kemenangan Inggris di awal babak perpanjangan waktu, menuntaskan misi comeback dramatis yang diawali oleh Jude Bellingham pada menit ke-95 dengan gol tendangan salto yang berani, memberikan Inggris kemenangan 2-1.
Southgate mencoba pendekatan serupa dalam latihan di markas mereka di Weimar pada hari Rabu. Ini bisa menandakan perubahan pendekatan Inggris untuk tantangan paling berat mereka sejauh ini. Mereka bersiap menghadapi tim Swiss yang bermain dengan pressing tinggi dan mengalir bebas. Swiss telah terbukti menjadi lawan tangguh bagi Jerman dan Italia, mengalahkan juara EURO 2020 tersebut di babak 16 besar dengan skor meyakinkan 2-0.
Waktu akan menentukan apakah Southgate akan menerapkan perubahan formasi sejak awal pertandingan akhir pekan ini melawan Swiss, atau apakah tim sedang bersiap untuk beralih jika menghadapi kesulitan lebih lanjut selama pertandingan. Namun, fakta bahwa Murat Yakin juga menyusun timnya dalam formasi ini bisa jadi motivasi di balik kemungkinan perubahan tersebut.
Jika Inggris bermain dengan tiga bek tengah, kemungkinan John Stones, Kyle Walker, dan Ezri Konsa akan membentuk trio tersebut. Marc Guehi absen karena skorsing setelah menerima kartu kuning di babak pertama melawan Slovakia. Dengan bermain menggunakan gelandang sayap atau wingback, ada kemungkinan bagi pemain seperti Trent Alexander-Arnold untuk mengklaim posisi starter, dengan Bukayo Saka berpindah ke sisi kiri seperti yang dia lakukan di babak 16 besar.
Penggunaan tiga bek pernah menjadi formasi favorit Southgate. Sistem ini menjadi landasan bagi Inggris meraih posisi keempat di Piala Dunia 2018. Dia juga berganti-ganti antara tiga bek dan empat bek di Euro 2020, di mana Inggris berhasil mencapai final sebelum tersingkir oleh Italia melalui adu penalti.
Mengingat sejarah sukses Southgate dalam berganti formasi, kunci kesuksesan Inggris di Jerman musim panas ini bisa jadi terletak pada pembiasaan kembali skuad dengan sistem tiga bek. Perubahan selama pertandingan sangat penting ketika sesuatu berjalan tidak sesuai rencana.
Inggris mengakhiri kemenangan babak 16 besar atas Slovakia akhir pekan lalu dengan beralih ke sistem 3-5-2 pada menit-menit akhir waktu normal. Perubahan ini langsung membuahkan hasil bagi tim yang berharap menjuarai Piala Eropa ini. Harry Kane menyundul gol kemenangan Inggris di awal babak perpanjangan waktu, menuntaskan misi comeback dramatis yang diawali oleh Jude Bellingham pada menit ke-95 dengan gol tendangan salto yang berani, memberikan Inggris kemenangan 2-1.
Southgate mencoba pendekatan serupa dalam latihan di markas mereka di Weimar pada hari Rabu. Ini bisa menandakan perubahan pendekatan Inggris untuk tantangan paling berat mereka sejauh ini. Mereka bersiap menghadapi tim Swiss yang bermain dengan pressing tinggi dan mengalir bebas. Swiss telah terbukti menjadi lawan tangguh bagi Jerman dan Italia, mengalahkan juara EURO 2020 tersebut di babak 16 besar dengan skor meyakinkan 2-0.
Waktu akan menentukan apakah Southgate akan menerapkan perubahan formasi sejak awal pertandingan akhir pekan ini melawan Swiss, atau apakah tim sedang bersiap untuk beralih jika menghadapi kesulitan lebih lanjut selama pertandingan. Namun, fakta bahwa Murat Yakin juga menyusun timnya dalam formasi ini bisa jadi motivasi di balik kemungkinan perubahan tersebut.
Jika Inggris bermain dengan tiga bek tengah, kemungkinan John Stones, Kyle Walker, dan Ezri Konsa akan membentuk trio tersebut. Marc Guehi absen karena skorsing setelah menerima kartu kuning di babak pertama melawan Slovakia. Dengan bermain menggunakan gelandang sayap atau wingback, ada kemungkinan bagi pemain seperti Trent Alexander-Arnold untuk mengklaim posisi starter, dengan Bukayo Saka berpindah ke sisi kiri seperti yang dia lakukan di babak 16 besar.
Penggunaan tiga bek pernah menjadi formasi favorit Southgate. Sistem ini menjadi landasan bagi Inggris meraih posisi keempat di Piala Dunia 2018. Dia juga berganti-ganti antara tiga bek dan empat bek di Euro 2020, di mana Inggris berhasil mencapai final sebelum tersingkir oleh Italia melalui adu penalti.
Mengingat sejarah sukses Southgate dalam berganti formasi, kunci kesuksesan Inggris di Jerman musim panas ini bisa jadi terletak pada pembiasaan kembali skuad dengan sistem tiga bek. Perubahan selama pertandingan sangat penting ketika sesuatu berjalan tidak sesuai rencana.