Djokovic Masih Perkasa, Runne Jadi Bulan Bulanan, Siapa Korban Berikutnya?
Tim langit 7
Selasa, 09 Juli 2024 - 06:52 WIB
Djokovic Masih Perkasa, Runne Jadi Bulan Bulanan, Siapa Korban Berikutnya?
LANGIT7.ID-London; Keperkasaan dan keganasan Petenis peringkat 2 dunia, Novak Djokovic masih terus makan korban. Dalam duel gengsi melawan petenis "next gen" Hulger Rune, di putaran ketiga wimbledon, petenis Serbia ini berhasil memenangkan tiga set langsung dengan score akhir; 6-3,6-4,6-2. Kemenangan ini sekaligus mengubur impian Rune untuk bisa mewujudkan mimpinya membawa tropi grand slam.
Meski menang, Djokovic merasa tidak nyaman dengan ulah pendukung petenis asal Denmark di center court. Ketidaknyamanannya petenis yang sudah mengoleksi 24 tropi grand slam ini diungkapkan dalam waawancara usai pertandingan.
"Jujur saya tidak nyaman dengan para penonton yang membuat gaduh dengan teriakan huuuuuuu.....boooooo, ruuuuunnnn. Saya sudah berkali kali tampil di tournamen wimbledon, seharusnya para penonton bersikap sopan. Ok thank you semua. Goooooooooddddd niggggghhhhhhhht, goooooooooooddd nighhhhhhhht," ujar Djokovic sambil meledek ke arah pendukung Hulger Rune dengan ucapan good night yang dipanjangkan.
Dalam sejarah pertemuannya dengan Hulger Rune, Djokovic pernah merasa ditekan oleh petenis peringkat 15 dunia itu di masa lalu. Dalam sejarah pertemuan dengan Djokovic, pemain Denmark itu memenangkan dua dari lima pertemuan dengan petenis asal Serbia itu. Salah satunya Rune menang finalRolex Paris Masterspada tahun 2022.
Namun, pemain berusia 21 tahun itu kesulitan untuk memaksakan permainan agresifnya pada Djokovic di bawah atap Lapangan Tengah, di mana pemain Serbia itu menggunakan permainan baseline untuk mengontrol tempo pertandingan. Juara tujuh kali di wimbledon ini, mendominasi servis sepanjang pertandingan, memenangkan 75 persen servis pertama dan 72 persen servis kedua. Djokovic juga menyelamatkan dua break point yang dihadapinya untuk meraih kemenangan paling mengesankan di kejuaraan tahun ini dengan tempo waktu dua jam tiga menit.
"Saya sangat senang. Sejujurnya saya tidak berpikir dia bermain mendekati performa terbaiknya. Itu adalah awal yang sulit baginya," kata Djokovic. "Dia kehilangan 12 poin pertama dan saya pikir itu mempengaruhi mentalnya. Menunggu sepanjang hari untuk masuk ke lapangan tidaklah mudah. Ketegangan meningkat setiap jam dan Anda merasa semakin tegang dan stres," katanya.
Ia menambahkan,"Pada sisi saya, saya pikir saya melakukan hal-hal dengan cara yang benar pada saat yang tepat. Saya tetap solid. Saya menghadapi beberapa break point. Segalanya bisa terlihat berbeda jika saya kehilangan servis game saya tetapi pada akhirnya saya menunjukkan performa yang sangat solid dan saya senang bisa lolos dalam tiga set."
Meski menang, Djokovic merasa tidak nyaman dengan ulah pendukung petenis asal Denmark di center court. Ketidaknyamanannya petenis yang sudah mengoleksi 24 tropi grand slam ini diungkapkan dalam waawancara usai pertandingan.
"Jujur saya tidak nyaman dengan para penonton yang membuat gaduh dengan teriakan huuuuuuu.....boooooo, ruuuuunnnn. Saya sudah berkali kali tampil di tournamen wimbledon, seharusnya para penonton bersikap sopan. Ok thank you semua. Goooooooooddddd niggggghhhhhhhht, goooooooooooddd nighhhhhhhht," ujar Djokovic sambil meledek ke arah pendukung Hulger Rune dengan ucapan good night yang dipanjangkan.
Dalam sejarah pertemuannya dengan Hulger Rune, Djokovic pernah merasa ditekan oleh petenis peringkat 15 dunia itu di masa lalu. Dalam sejarah pertemuan dengan Djokovic, pemain Denmark itu memenangkan dua dari lima pertemuan dengan petenis asal Serbia itu. Salah satunya Rune menang finalRolex Paris Masterspada tahun 2022.
Namun, pemain berusia 21 tahun itu kesulitan untuk memaksakan permainan agresifnya pada Djokovic di bawah atap Lapangan Tengah, di mana pemain Serbia itu menggunakan permainan baseline untuk mengontrol tempo pertandingan. Juara tujuh kali di wimbledon ini, mendominasi servis sepanjang pertandingan, memenangkan 75 persen servis pertama dan 72 persen servis kedua. Djokovic juga menyelamatkan dua break point yang dihadapinya untuk meraih kemenangan paling mengesankan di kejuaraan tahun ini dengan tempo waktu dua jam tiga menit.
"Saya sangat senang. Sejujurnya saya tidak berpikir dia bermain mendekati performa terbaiknya. Itu adalah awal yang sulit baginya," kata Djokovic. "Dia kehilangan 12 poin pertama dan saya pikir itu mempengaruhi mentalnya. Menunggu sepanjang hari untuk masuk ke lapangan tidaklah mudah. Ketegangan meningkat setiap jam dan Anda merasa semakin tegang dan stres," katanya.
Ia menambahkan,"Pada sisi saya, saya pikir saya melakukan hal-hal dengan cara yang benar pada saat yang tepat. Saya tetap solid. Saya menghadapi beberapa break point. Segalanya bisa terlihat berbeda jika saya kehilangan servis game saya tetapi pada akhirnya saya menunjukkan performa yang sangat solid dan saya senang bisa lolos dalam tiga set."