home global news

Doxxing dan Sanksi: Mahasiswa AS Menanggung Konsekuensi Protes Gaza

Rabu, 10 Juli 2024 - 08:03 WIB
Mahasiswa pro-Palestina di Universitas Michigan demo minta Dewan Pengurus tarik investasi dari perusahaan terkait konflik Israel-Hamas. Aksi berlangsung di Dearborn, Michigan, 18 Mei 2024.
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Sam Law, mahasiswa pascasarjana Universitas Texas di Austin, adalah salah satu dari sekitar 80 orang yang ditangkap dan didakwa melakukan pelanggaran pidana karena memprotes perang di Gaza di kampusnya pada akhir April.

Law mengatakan, mengutip surat penangkapannya, seseorang tampaknya telah membacakan perintah pembubaran melalui pengeras suara pada protes 29 April itu, tapi dia tidak ingat mendengarnya.

"Saya berada di kampus saya sendiri menggunakan hak saya untuk berbicara," katanya.

Universitas-universitas AS telah diguncang oleh gelombang protes anti-perang, dengan bentrokan antara polisi dan demonstran di beberapa tempat. Pertanyaan muncul tentang metode keras yang digunakan untuk membubarkan aksi dan perkemahan protes.

Di kampus Law, petugas berpakaian anti huru-hara dan berkuda menyapu bersih demonstrasi pada akhir April, menangkap puluhan orang beberapa hari sebelum mahasiswa pascasarjana itu sendiri ditangkap.

Kini banyak mahasiswa khawatir akan mendapat sanksi akademis atau bahkan profesional saat mereka bersiap memasuki dunia kerja atau kembali kuliah dalam beberapa bulan mendatang.

Law dan mereka yang ditangkap bersamanya telah dibatalkan dakwaan pelanggaran pidananya, tapi kini menghadapi kemungkinan tindakan disipliner dari universitas sendiri.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya