LANGIT7.ID-Jakarta; Korea Selatan datang ke laga melawan Meksiko dengan modal kepercayaan diri tinggi setelah menunjukkan permainan menyerang yang menjanjikan pada pertandingan sebelumnya. Namun, skenario berbeda mereka hadapi saat berjumpa tuan rumah pada laga Grup A Piala Dunia 2026 di Stadion Guadalajara, Jumat (19/6/2026).
Salah satu masalah terbesar yang menghambat permainan Taeguk Warriors adalah jebakan offside yang diterapkan Meksiko. Sepanjang pertandingan, upaya Korea Selatan membangun serangan melalui umpan vertikal dan pergerakan tanpa bola berulang kali kandas karena para pemainnya terperangkap dalam posisi offside.
Tanda-tanda kesulitan itu sudah terlihat sejak awal pertandingan. Beberapa kali bola panjang yang diarahkan ke sisi kiri serangan gagal menghasilkan ancaman karena pergerakan pemain Korea Selatan tidak sejalan dengan timing umpan yang diberikan.
Peluang yang sempat membuat pendukung Meksiko terdiam terjadi pada menit ke-16. Sebuah umpan terobosan berhasil mengirim pemain Korea Selatan berhadapan dengan gawang dan bola bahkan sempat melewati penjaga gawang. Namun selebrasi urung terjadi setelah bendera hakim garis terangkat menandakan posisi offside.
Masalah yang sama kembali muncul menjelang pertengahan babak pertama. Lee Kang-in beberapa kali mencoba membuka ruang melalui umpan-umpan terobosan dari area tengah lapangan. Akan tetapi, pergerakan para penyerang Korea Selatan kerap dilakukan terlalu cepat sehingga mudah dibaca lini belakang lawan.
Pada menit ke-29, sebuah umpan lambung akurat dari Lee Kang-in sebenarnya mampu membelah pertahanan Meksiko. Namun Lee Jae-sung sudah lebih dulu berada dalam posisi offside sebelum menerima bola.
Situasi serupa kembali terulang beberapa menit kemudian. Ketika Korea Selatan berusaha meningkatkan intensitas serangan, lini belakang Meksiko tetap mampu menjaga koordinasi dan jarak antarpemain dengan baik sehingga ruang di belakang pertahanan nyaris tidak pernah benar-benar terbuka.
Pendekatan Korea Selatan yang mengandalkan umpan langsung ke area pertahanan lawan juga membuat pekerjaan bek-bek Meksiko relatif lebih mudah. Mereka dapat melihat arah bola dan pergerakan lawan secara bersamaan, sehingga jebakan offside bisa diterapkan dengan efektif.
Memasuki babak kedua, Korea Selatan tetap mencoba mencari celah melalui pola yang sama. Namun organisasi pertahanan Meksiko tidak banyak berubah. Bahkan ketika tim Asia tersebut meningkatkan penguasaan bola, mereka tetap kesulitan menemukan ruang di area berbahaya.
Yang Hyun-jun sempat mengirimkan bola ke kotak penalti pada babak kedua yang berpotensi menciptakan peluang, tetapi lagi-lagi serangan itu dihentikan karena offside.
Baca juga: Menang dan Puncaki Grup, Mengapa Suporter Meksiko Malah Mencemooh Timnya?Keberhasilan Meksiko mematahkan pola serangan Korea Selatan menjadi salah satu faktor penting dalam pertandingan ini. Tim asuhan Javier Aguirre mampu menjaga garis pertahanan tetap disiplin sepanjang laga dan memaksa lawannya terus mengulang kesalahan yang sama.
Bagi Korea Selatan, pertandingan tersebut menjadi pelajaran berharga bahwa penguasaan bola dan kualitas umpan tidak selalu cukup untuk membongkar pertahanan lawan. Ketika timing pergerakan tidak berjalan selaras, peluang yang tampak menjanjikan pun berakhir sia-sia sebelum benar-benar mengancam gawang.
Baca juga: Son Heung-min Tak Berkutik, Diganti saat Korea Selatan Kalah 0-1 dari Meksiko di Piala Dunia 2026(lam)