home masjid

Keutamaan Memperbanyak Puasa Sunnah di Bulan Muharram

Kamis, 11 Juli 2024 - 08:00 WIB
ilustrasi
Umat Islam baru saja memasuki tahun baru Hijriah. Di bulan pertama Hijriah yakni Muharram ini dianjurkan untuk memperbanyak menjalani puasa sunnah.

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu beliau berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah berpuasa di Bulan Allah (Syahrullah) Muharram.” (HR Muslim no. 1982)

Ucapan Nabi Saw yang menyebutkan Syahrullah (Bulan Allah), dengan menyandarkan bulan ini kepada Allah merupakan bentuk penyandaran (idhafah) dengan pemuliaan dan pengagungan (ta’zhim).

A-Qori rahimahullah berkata (diterjemahkan):

“Yang zhahir (nyata) bahwa yang dimaksud adalah berpuasa di keseluruhan bulan Muharram.”

Baca juga:Moderasi Islam, Quraish Shihab Hadiahi Grand Syekh Al-Azhar Tafsir Al-Mishbah Berbahasa Inggris

Akan tetapi, telah valid sebuah hadist dari Nabi Saw bahwa beliau tidak pernah berpuasa sebulan penuh secara sempurna kecuali di bulan Ramadhan saja. Karena itu, hadist di atas dipahami sebagai bentuk motivasi (targhib) untuk memperbanyak berpuasa di bulan Muharram, bukan berpuasa sebulan penuh.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya