Italia Siap Kirim Pasukan Penjaga Perdamaian ke Gaza Usai Perang Berakhir
Nabil
Jum'at, 12 Juli 2024 - 06:06 WIB
Italia Siap Kirim Pasukan Penjaga Perdamaian ke Gaza Usai Perang Berakhir
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani, menyatakan negaranya siap mengirim tentara ke Gaza. Pengiriman ini akan dilakukan setelah perang berakhir sebagai bagian dari pasukan penjaga perdamaian PBB.
"Kami mendukung Palestina dan siap membantu kepemimpinan Arab lainnya. Kami juga siap mengirim tentara Italia sebagai pasukan perdamaian PBB setelah perang usai," kata Tajani.
Pernyataan ini disampaikan Tajani saat di sela KTT NATO di Washington DC. Dia menambahkan bahwa Palestina dan Israel terbuka terhadap peran Italia.
"Kami berada di posisi tengah," ujar Tajani. Dia menegaskan Italia mendukung solusi dua negara untuk mengakhiri konflik yang sudah berlangsung puluhan tahun ini.
Tajani memperingatkan bahwa menghancurkan impian Palestina untuk merdeka adalah "kesalahan besar".
Italia telah mengirim bantuan kemanusiaan ke Gaza. Saat ini, warga Gaza menghadapi ancaman kelaparan akibat pembunuhan massal dan blokade Israel. Obat-obatan dan kebutuhan pokok sulit didapat di sebagian besar wilayah.
"Warga sipil bukan Hamas. Mereka adalah korban situasi ini," tegas Tajani. Dia juga mengecam permukiman Israel di Tepi Barat.
"Kami mendukung Palestina dan siap membantu kepemimpinan Arab lainnya. Kami juga siap mengirim tentara Italia sebagai pasukan perdamaian PBB setelah perang usai," kata Tajani.
Pernyataan ini disampaikan Tajani saat di sela KTT NATO di Washington DC. Dia menambahkan bahwa Palestina dan Israel terbuka terhadap peran Italia.
"Kami berada di posisi tengah," ujar Tajani. Dia menegaskan Italia mendukung solusi dua negara untuk mengakhiri konflik yang sudah berlangsung puluhan tahun ini.
Tajani memperingatkan bahwa menghancurkan impian Palestina untuk merdeka adalah "kesalahan besar".
Italia telah mengirim bantuan kemanusiaan ke Gaza. Saat ini, warga Gaza menghadapi ancaman kelaparan akibat pembunuhan massal dan blokade Israel. Obat-obatan dan kebutuhan pokok sulit didapat di sebagian besar wilayah.
"Warga sipil bukan Hamas. Mereka adalah korban situasi ini," tegas Tajani. Dia juga mengecam permukiman Israel di Tepi Barat.