Ekstrak Daun Ungu Bermanfaat sebagai Sabun Pembersih Gigi Tiruan
Tim langit 7
Jum'at, 19 Juli 2024 - 06:00 WIB
ilustrasi
Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga (Unair) menghadirkan inovasi pemanfaatan daun ungu.
Pemanfaatan daun ungu bahan utama dalam formulasi sabun pembersih gigi tiruan yang efektif untuk menghambat pertumbuhan mikroba oportunis penyebab denture stomatitis, yaitu Candida albicans.
Ide inovasi ini berawal dari tingginya insiden denture stomatitis pada pasien pengguna gigi tiruan yang mencapai 15% hingga 70%. Untuk mencegah denture stomatitis, gigi tiruan dapat dibersihkan secara rutin menggunakan denture cleanser. Namun, denture cleanser yang selama ini dipakai menggunakan bahan kimia sebagai bahan utama, memiliki efek samping yang buruk.
Berdasarkan latar belakang itu, tim menghadirkan terobosan berupa sabun pembersih gigi tiruan berbahan herbal yang masih belum tersedia di Indonesia.
Baca juga:Lewat HEPI Forum, ITS Perkuat Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi AS
Karya proposal berjudul “Efektivitas Sabun Pembersih Gigi Tiruan Ekstrak Daun Ungu (Graptophyllum pictum) terhadap Candida albicans” berhasil mendapatkan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdikbud Ristek-RI).
Tim yang beranggotakan 5 orang, yaitu Nimas Ulinar Damessa Sinaga, Calista Arin Parahita, Fahmi Ahmad, Lailatul Maghfiroh Syafa’ati, dan Tomy Aji Wijaya, di bawah bimbingan Dr Ratri Maya Sitalaksmi, drg MKes Sp.Pros(K) telah memulai rangkaian realisasi program pada 14 Maret 2024.
Pemanfaatan daun ungu bahan utama dalam formulasi sabun pembersih gigi tiruan yang efektif untuk menghambat pertumbuhan mikroba oportunis penyebab denture stomatitis, yaitu Candida albicans.
Ide inovasi ini berawal dari tingginya insiden denture stomatitis pada pasien pengguna gigi tiruan yang mencapai 15% hingga 70%. Untuk mencegah denture stomatitis, gigi tiruan dapat dibersihkan secara rutin menggunakan denture cleanser. Namun, denture cleanser yang selama ini dipakai menggunakan bahan kimia sebagai bahan utama, memiliki efek samping yang buruk.
Berdasarkan latar belakang itu, tim menghadirkan terobosan berupa sabun pembersih gigi tiruan berbahan herbal yang masih belum tersedia di Indonesia.
Baca juga:Lewat HEPI Forum, ITS Perkuat Kerja Sama dengan Perguruan Tinggi AS
Karya proposal berjudul “Efektivitas Sabun Pembersih Gigi Tiruan Ekstrak Daun Ungu (Graptophyllum pictum) terhadap Candida albicans” berhasil mendapatkan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdikbud Ristek-RI).
Tim yang beranggotakan 5 orang, yaitu Nimas Ulinar Damessa Sinaga, Calista Arin Parahita, Fahmi Ahmad, Lailatul Maghfiroh Syafa’ati, dan Tomy Aji Wijaya, di bawah bimbingan Dr Ratri Maya Sitalaksmi, drg MKes Sp.Pros(K) telah memulai rangkaian realisasi program pada 14 Maret 2024.