Doa Diberi Lingkaran Pertemanan yang Baik, Baca dan Amalkan
Esti setiyowati
Selasa, 23 Juli 2024 - 16:56 WIB
ilustrasi
Dalam Islam, pertemanan atau persahabatan dinilai sebagai ikatan yang memiliki pengaruh besar dalam hidup. Karenanya dianjurkan untuk berhati-hati dalam memilih teman dalam bergaul.
Wahyono Hadi Parmono dalam buku 17 Tuntutan Hidup Muslim menjelaskan tentang konsep pertemanan dalam Islam. Menurutnya, pertemanan dalam Islam tidak hanya dibangun berdasarkan kesamaan nasib, usia, hobi, dan kesenangan.
Namun prinsip dasar persahabatan dalam Islam yaitu terciptanya persaudaraan dan harus saling memberikan pengaruh positif serta sama-sama saling mengajak kepada kebaikan dan ketakwaan, bukannya pada keingkaran.
Seperti disebutkan dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, tentang berkumpul bersama orang saleh yang dapat menjadikan kita saleh atas seizin Allah Ta'ala.
عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “مَثَلُ الجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ، كَحَامِلِ المِسْكِ وَنَافِخِ الكِيرِ، فَحَامِلُ المِسْكِ: إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً، وَنَافِخُ الكِيرِ: إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَةً “
“Perumpamaan kawan yang baik dan kawan yang buruk seperti seorang penjual minyak wangi dan seorang peniup alat untuk menyalakan api (pandai besi). Adapun penjual minyak wangi, mungkin dia akan memberikan hadiah kepadamu, atau engkau membeli darinya, atau engkau mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, mungkin dia akan membakar pakaianmu, atau engkau mendapatkan bau yang buruk”.[HR. Bukhari dan Muslim]
Baca juga:Apakah Tak Bercadar Termasuk Perbuatan yang Mengingkari Sunnah?
Wahyono Hadi Parmono dalam buku 17 Tuntutan Hidup Muslim menjelaskan tentang konsep pertemanan dalam Islam. Menurutnya, pertemanan dalam Islam tidak hanya dibangun berdasarkan kesamaan nasib, usia, hobi, dan kesenangan.
Namun prinsip dasar persahabatan dalam Islam yaitu terciptanya persaudaraan dan harus saling memberikan pengaruh positif serta sama-sama saling mengajak kepada kebaikan dan ketakwaan, bukannya pada keingkaran.
Seperti disebutkan dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, tentang berkumpul bersama orang saleh yang dapat menjadikan kita saleh atas seizin Allah Ta'ala.
عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “مَثَلُ الجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ، كَحَامِلِ المِسْكِ وَنَافِخِ الكِيرِ، فَحَامِلُ المِسْكِ: إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً، وَنَافِخُ الكِيرِ: إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَةً “
“Perumpamaan kawan yang baik dan kawan yang buruk seperti seorang penjual minyak wangi dan seorang peniup alat untuk menyalakan api (pandai besi). Adapun penjual minyak wangi, mungkin dia akan memberikan hadiah kepadamu, atau engkau membeli darinya, atau engkau mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, mungkin dia akan membakar pakaianmu, atau engkau mendapatkan bau yang buruk”.[HR. Bukhari dan Muslim]
Baca juga:Apakah Tak Bercadar Termasuk Perbuatan yang Mengingkari Sunnah?