Wapres: Gerakan Zakat yang Masif Solusi Entaskan Kemiskinan
Tim langit 7
Rabu, 24 Juli 2024 - 17:00 WIB
ilustrasi
Gerakan zakat yang masif akan membantu mengatasi persoalan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Saya meyakini, gerakan zakat yang masif akan menghasilkan daya yang kuat untuk mengatasi permasalahan kemiskinan di masyarakat,” ujar Wakil Presiden (Wapres) KH Ma'ruf Amin saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) ke-10 Forum Zakat di Istana Wapres, Jakarta.
Wapres mengatakan, potensi zakat yang mencapai Rp327 triliun harus dioptimalkan agar dapat berkontribusi dalam pembangunan demi mewujudkan keadilan sosial.
Baca juga:Innalillahi, Mantan Wakil Presiden Hamzah Haz Meninggal Dunia
Dia menguraikan, potensi tersebut setara dengan 76 persen anggaran pelindungan sosial pada APBN 2022. Untuk itu, langkah-langkah strategis dalam penguatan tata kelola zakat penting untuk terus didorong, mulai penguatan regulasi untuk menjawab dinamika kebutuhan masyarakat hingga penyusunan peta jalan sebagai acuan dan arah kebijakan strategis pengelolaan zakat menuju Indonesia Emas 2045.
“Berbagai upaya ini juga krusial untuk membangun ekosistem zakat yang transparan, profesional, dan akuntabel sehingga kontribusi zakat semakin berdampak signifikan dalam pengentasan kemiskinan,” ungkap Wapres.
Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki optimistis di tengah berbagai tantangan yang ada, filantropi Islam ini akan tetap bisa memainkan peran strategis dalam pembangunan yang adil dan merata, serta mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi di masyarakat.
“Saya meyakini, gerakan zakat yang masif akan menghasilkan daya yang kuat untuk mengatasi permasalahan kemiskinan di masyarakat,” ujar Wakil Presiden (Wapres) KH Ma'ruf Amin saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) ke-10 Forum Zakat di Istana Wapres, Jakarta.
Wapres mengatakan, potensi zakat yang mencapai Rp327 triliun harus dioptimalkan agar dapat berkontribusi dalam pembangunan demi mewujudkan keadilan sosial.
Baca juga:Innalillahi, Mantan Wakil Presiden Hamzah Haz Meninggal Dunia
Dia menguraikan, potensi tersebut setara dengan 76 persen anggaran pelindungan sosial pada APBN 2022. Untuk itu, langkah-langkah strategis dalam penguatan tata kelola zakat penting untuk terus didorong, mulai penguatan regulasi untuk menjawab dinamika kebutuhan masyarakat hingga penyusunan peta jalan sebagai acuan dan arah kebijakan strategis pengelolaan zakat menuju Indonesia Emas 2045.
“Berbagai upaya ini juga krusial untuk membangun ekosistem zakat yang transparan, profesional, dan akuntabel sehingga kontribusi zakat semakin berdampak signifikan dalam pengentasan kemiskinan,” ungkap Wapres.
Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki optimistis di tengah berbagai tantangan yang ada, filantropi Islam ini akan tetap bisa memainkan peran strategis dalam pembangunan yang adil dan merata, serta mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi di masyarakat.