Anak Petani Penggarap Asal Wonosari Diterima Kuliah Gratis di UGM
Tim langit 7
Sabtu, 27 Juli 2024 - 11:53 WIB
Anak Petani Penggarap Asal Wonosari Diterima Kuliah Gratis di UGM
LANGIT7.ID-Yogya; Petani penggarap sawah desa di Wonosari ini benar benar beruntung. Putranya, lolos masuk UGM.
Supriyono (54), dan istrinya Indah Winarti (52) pasangan petani ini, punya kisah yang mengharukan. Mereka hidup dala. Kobdisi ekonomi yang sulit. Untuk mencukupi kebutuhan keluarganya mengandalkan penghasilan kurang dari satu juta rupiah perbulan dari hasil budidaya bertanam cabai yang letaknya tidak jauh dari rumahnya di Dusun Ngisis, Desa Piyaman, Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Di usianya yang sudah tidak muda lagi, Supriyono menderita penyakit batu ginjal dan telah melakukan operasi sebanyak 7 kali sejak tahun 2016 lalu. Kondisi ekonomi yang pas-pasan dan tubuh yang sudah tak lagi prima itu membuatnya merasa tak mungkin untuk memberikan yang terbaik untuk kehidupan anaknya. Ia pun hanya mampu pasrah.
“Jujur, nangis saya. Sebagai orang tua, saat anak punya kemauan, kita gak bisa ngasih. Jadi beban. Harus gimana saya ini, sedang saya pengen anak-anak saya itu hidupnya lebih dari saya,” ujarnya dengan mata yang berkaca-kaca.
Di tengah kesulitan ekonomi yang membebani keluarganya, ada secercah harapan bagi Supriyono saat anak bungsunya, Agil Priyojatmiko (18) diterima kuliah di Program Studi Agronomi, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada melalui jalur Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) dengan beasiswa UKT pendidikan Unggul Bersubsidi sebesar 100 persen dari UGM, membuatnya langsung bersujud syukur. Ia berharap anak bungsunya kelak bisa mengangkat derajat ekonomi keluarga. “Saya sempat bersujud syukur saat Agil diterima dan dapat beasiswa UKT 100 persen. Saya bersyukur sekali,” katanya.
Apa yang didapat oleh Agil saat ini menurutnya merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa. Apalagi selama ini Agil selalu disiplin dalam belajar dan taat beribadah.
Selama bersekolah di SMAN 1 Wonosari, Agil selalu menunjukkan prestasi di kelas. Bahkan ia sering berprestasi dalam berbagai kegiatan perlombaan. Agil pernah mengikuti Lomba Debat Bahasa Indonesia hingga mendapat predikat best speaker ke-3 se-Gunung Kidul, juara 1 bidang MTQ setingkat kabupaten Gunungkidul, dan lomba juara 1 Pleton Inti (Tonti) juara 1 tingkat kabupaten Gunungkidul.
Supriyono (54), dan istrinya Indah Winarti (52) pasangan petani ini, punya kisah yang mengharukan. Mereka hidup dala. Kobdisi ekonomi yang sulit. Untuk mencukupi kebutuhan keluarganya mengandalkan penghasilan kurang dari satu juta rupiah perbulan dari hasil budidaya bertanam cabai yang letaknya tidak jauh dari rumahnya di Dusun Ngisis, Desa Piyaman, Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Di usianya yang sudah tidak muda lagi, Supriyono menderita penyakit batu ginjal dan telah melakukan operasi sebanyak 7 kali sejak tahun 2016 lalu. Kondisi ekonomi yang pas-pasan dan tubuh yang sudah tak lagi prima itu membuatnya merasa tak mungkin untuk memberikan yang terbaik untuk kehidupan anaknya. Ia pun hanya mampu pasrah.
“Jujur, nangis saya. Sebagai orang tua, saat anak punya kemauan, kita gak bisa ngasih. Jadi beban. Harus gimana saya ini, sedang saya pengen anak-anak saya itu hidupnya lebih dari saya,” ujarnya dengan mata yang berkaca-kaca.
Di tengah kesulitan ekonomi yang membebani keluarganya, ada secercah harapan bagi Supriyono saat anak bungsunya, Agil Priyojatmiko (18) diterima kuliah di Program Studi Agronomi, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada melalui jalur Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) dengan beasiswa UKT pendidikan Unggul Bersubsidi sebesar 100 persen dari UGM, membuatnya langsung bersujud syukur. Ia berharap anak bungsunya kelak bisa mengangkat derajat ekonomi keluarga. “Saya sempat bersujud syukur saat Agil diterima dan dapat beasiswa UKT 100 persen. Saya bersyukur sekali,” katanya.
Apa yang didapat oleh Agil saat ini menurutnya merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa. Apalagi selama ini Agil selalu disiplin dalam belajar dan taat beribadah.
Selama bersekolah di SMAN 1 Wonosari, Agil selalu menunjukkan prestasi di kelas. Bahkan ia sering berprestasi dalam berbagai kegiatan perlombaan. Agil pernah mengikuti Lomba Debat Bahasa Indonesia hingga mendapat predikat best speaker ke-3 se-Gunung Kidul, juara 1 bidang MTQ setingkat kabupaten Gunungkidul, dan lomba juara 1 Pleton Inti (Tonti) juara 1 tingkat kabupaten Gunungkidul.