home global news

Gaduh Tambang Ingat Perdebatan Buya Hamka VS Moeljadi Djojomartono

Selasa, 30 Juli 2024 - 20:03 WIB
Gaduh Tambang Ingat Perdebatan Buya Hamka VS Moeljadi Djojomartono
LANGIT7.ID-Jakarta; Suasana "gaduh" yang disulut keputusan Muhammadiyah menerima tawaran pemerintah dalam pengelolaan Ijin Usaha Pertambangan (IUP) ada baiknya flashbacks atas perdebatan di Muhammadiyah masa lalu antara Buya Hamka dan Moeljadi Djojomartono. Sejarah lama ini ditulis kembali oleh aktivis yang memiliki gen Muhammadiyah: Tabik Yudi Janaka dengan judul "Prokontra, Dialog Dan Kompromi Ala Muhammadiyah". Karena tulisan ini menarik, langit7.id berkepentingan menurunkan kembali dengan tujuan bisa menjadi ibrah yang berharga bagi generasi baru Muhammadiyah. Berikut tulisan menarik dari Tabik Yudi Janaka:

Prokontra, Dialog dan Kompromi Ala Muhammadiyah

Kendati secara kultural , saya muhammadiyah. Saya merasa baru Muhammadiyah, sejak kuliah di Mbulaksumur. 28 tahun silam. Bergaul dengan beberapa tokoh Muhammadiyah pun anak tokoh Muhammadiyah . Menghabiskan waktu di kota yang dianggap jantung Muhammadiyah. Saya mulai paham apa itu ideologi Muhammadiyah. Kemudian Himpunan Putusan Tarjih, Kepribadian Muhammadiyah, Matan Keyakinan dan Cita - cita Hidup Muhammadiyah pun Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah.

Saat nyantrik kepada bopo Sukriyanto AR , saya digembleng khusus tentang kepribadian Muhammadiyah. Yang berjumlah 10 itu. Saya kerap diceritakan tentang kisah hidup Pak AR Fakhruddin, ayahanda Bopo Sukriyanto AR, yang bagi saya teladan sesungguhnya atas 10 kepribadian Muhammadiyah. Pun juga kisah hidup Tokoh Muhammadiyah seangkatan Pak AR.

Ada kisah menarik, yang bagi saya melegenda hikmahnya. Kisah Buya Hamka dengan Moeljadi Djojomartono. Buya Hamka ,banyak yang tahu. Tentang Moeljadi Djojomartono, mungkin lebih sedikit yang paham. Beliau ini tokoh Muhammadiyah jua. telah aktif di persyarikatan sejak remaja di Solo. Hingga tahun 1959, namanya tercatat dalam struktur Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Penghujung tahun 1960 ada berita mengejutkan. Presiden Soekarno menunjuk Moeljadi Djojomartono menjadi Menteri Sosial.

Buya Hamka jelas meradang. Masih segar diingatannya.Masyumi dibubarkan Bung Karno. Pada 17 Agustus 1960, Presiden Soekarno mengeluarkan Keppres No 200/1960. Isinya memerintahkan Masyumi untuk bubar. Dalih utamanya, beberapa pemimpin partai berlogo bulan sabit-bintang itu terlibat dalam Peristiwa PRRI.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya