Eks Menkeu: Malaysia Tidak Pernah Jadi Macan Asia, Tapi Seekor Monyet
Tim langit 7
Rabu, 31 Juli 2024 - 09:00 WIB
Mantan Menteri Keuangan Malaysia Tengku Razaleigh Hamzah.
Otokritik disampaikan mantan Menteri Keuangan Malaysia Tengku Razaleigh Hamzah kepada negaranya sendiri. Menurut Razaleigh, Malaysia tidak pernah menikmati status sebagai “Macan Asia”, namun lebih seperti “monyet."
Tengku Razaleigh, yang lebih dikenal dengan Ku Li, menepis label yang diklaim banyak orang, termasuk mantan perdana menteri Dr Mahathir Mohamad.
Ku Li mengatakan Malaysia tidak dapat mengklaim dirinya sebagai Macan Asia karena negara tersebut telah membiayai sebagian besar proyeknya, termasuk bendungan dan jalan raya, karena investor asing telah berkeliling Malaysia.
“Anda menyebut diri Anda Macan Asia, padahal sebenarnya Anda adalah seekor monyet. Anda belum berkembang,” katanya kepada Free Malaysia Today.
“Tetapi kami tidak pernah menjadi Macan Asia. Itu hanya ilusi,” tambahnya.
Baca juga:Arab Saudi Ijinkan Kepemilikan Asing 100 di Semua Sektor Bisnis
Istilah “Harimau Asia” populer digunakan pada tahun 1980an dan 1990an untuk menggambarkan pertumbuhan ekonomi yang pesat di Taiwan, Korea Selatan, Singapura dan Hong Kong.
Tengku Razaleigh, yang lebih dikenal dengan Ku Li, menepis label yang diklaim banyak orang, termasuk mantan perdana menteri Dr Mahathir Mohamad.
Ku Li mengatakan Malaysia tidak dapat mengklaim dirinya sebagai Macan Asia karena negara tersebut telah membiayai sebagian besar proyeknya, termasuk bendungan dan jalan raya, karena investor asing telah berkeliling Malaysia.
“Anda menyebut diri Anda Macan Asia, padahal sebenarnya Anda adalah seekor monyet. Anda belum berkembang,” katanya kepada Free Malaysia Today.
“Tetapi kami tidak pernah menjadi Macan Asia. Itu hanya ilusi,” tambahnya.
Baca juga:Arab Saudi Ijinkan Kepemilikan Asing 100 di Semua Sektor Bisnis
Istilah “Harimau Asia” populer digunakan pada tahun 1980an dan 1990an untuk menggambarkan pertumbuhan ekonomi yang pesat di Taiwan, Korea Selatan, Singapura dan Hong Kong.