Warga Bantul Lestarikan Penyu di Pantai Goa Cemara
Fajar adhitya
Kamis, 09 September 2021 - 17:55 WIB
Warga Bantul lestariakn penyu di Pantai Goa Cemara. (Foto: Istimewa).
Warga Bantul lestarikan penyu di Pantai Goa Cemara. Kegiatan ini diinisiasi kelompok Konservasi Penyu Goa Cemara sejak komunitas tersebut dibantuk 2010.
Aksi Subagio (49) dan rekan-rekannya ini digagas lantaran populasi penyu di pantasi selatan Jawa, khususnya di Pantai Gowa Cemara semakin menurun. Karena itulah dia mengajak warga Bantul lestarikan penyu di lokasi tersebut.
Usaha menetaskan telur penyu awalnya dilakukan di bis-bis beton yang ada di pantai yang dulunya untuk penyiraman Bibit Cemara. Prosentase keberhasilan menetaskan Telur Penyu ternyata sangat bagus, hampir 80 persen.
Subagio menuturkan, penyelamatan penyu secara tidak langsung berdampak pada kelestarian habitat ikan-ikan laut. Keberadaan penyu sebagai pemakan ubur-ubur dapat membatasi jumlah hewan invertebrata itu terkendali.
"Karena rantai makanan yang ada di laut, penyu itu makanan pokoknya ubur-ubur, sedangkan ubur-ubur pemakan bibit-bibit ikan. Secara tidak langsung kita menyelematkan penyu sekaligus menyelamatkan bibit-bibit ikan di laut," kata Subagio.
Pada akhirnya kalau bibit ikan tetap terjaga, tangkapan nelayan juga bisa meningkat. Saat ini, kendala yang dihadapi di lapangan yakni terbatasnya pengetahuan dan sumber daya manusia yang peduli akan konservasi penyu.
"Bila mereka, mendapatkan telur penyu pasti disampaikan ke kelompok konservasi ini, untuk ditetaskan, awalnya memang sangat sulit sekali karena dilingkup ini termasuk kami dan orang tua kami dulu merupakan pemburu Penyu," ujarnya.
Aksi Subagio (49) dan rekan-rekannya ini digagas lantaran populasi penyu di pantasi selatan Jawa, khususnya di Pantai Gowa Cemara semakin menurun. Karena itulah dia mengajak warga Bantul lestarikan penyu di lokasi tersebut.
Usaha menetaskan telur penyu awalnya dilakukan di bis-bis beton yang ada di pantai yang dulunya untuk penyiraman Bibit Cemara. Prosentase keberhasilan menetaskan Telur Penyu ternyata sangat bagus, hampir 80 persen.
Subagio menuturkan, penyelamatan penyu secara tidak langsung berdampak pada kelestarian habitat ikan-ikan laut. Keberadaan penyu sebagai pemakan ubur-ubur dapat membatasi jumlah hewan invertebrata itu terkendali.
"Karena rantai makanan yang ada di laut, penyu itu makanan pokoknya ubur-ubur, sedangkan ubur-ubur pemakan bibit-bibit ikan. Secara tidak langsung kita menyelematkan penyu sekaligus menyelamatkan bibit-bibit ikan di laut," kata Subagio.
Pada akhirnya kalau bibit ikan tetap terjaga, tangkapan nelayan juga bisa meningkat. Saat ini, kendala yang dihadapi di lapangan yakni terbatasnya pengetahuan dan sumber daya manusia yang peduli akan konservasi penyu.
"Bila mereka, mendapatkan telur penyu pasti disampaikan ke kelompok konservasi ini, untuk ditetaskan, awalnya memang sangat sulit sekali karena dilingkup ini termasuk kami dan orang tua kami dulu merupakan pemburu Penyu," ujarnya.