LANGIT7.ID, Yogyakarta - Warga Bantul lestarikan penyu di Pantai Goa Cemara. Kegiatan ini diinisiasi kelompok Konservasi Penyu Goa Cemara sejak komunitas tersebut dibantuk 2010.
Aksi Subagio (49) dan rekan-rekannya ini digagas lantaran populasi penyu di pantasi selatan Jawa, khususnya di Pantai Gowa Cemara semakin menurun. Karena itulah dia mengajak warga Bantul lestarikan penyu di lokasi tersebut.
Usaha menetaskan telur penyu awalnya dilakukan di bis-bis beton yang ada di pantai yang dulunya untuk penyiraman Bibit Cemara. Prosentase keberhasilan menetaskan Telur Penyu ternyata sangat bagus, hampir 80 persen.
Subagio menuturkan, penyelamatan penyu secara tidak langsung berdampak pada kelestarian habitat ikan-ikan laut. Keberadaan penyu sebagai pemakan ubur-ubur dapat membatasi jumlah hewan invertebrata itu terkendali.
"Karena rantai makanan yang ada di laut, penyu itu makanan pokoknya ubur-ubur, sedangkan ubur-ubur pemakan bibit-bibit ikan. Secara tidak langsung kita menyelematkan penyu sekaligus menyelamatkan bibit-bibit ikan di laut," kata Subagio.
Pada akhirnya kalau bibit ikan tetap terjaga, tangkapan nelayan juga bisa meningkat. Saat ini, kendala yang dihadapi di lapangan yakni terbatasnya pengetahuan dan sumber daya manusia yang peduli akan konservasi penyu.
"Bila mereka, mendapatkan telur penyu pasti disampaikan ke kelompok konservasi ini, untuk ditetaskan, awalnya memang sangat sulit sekali karena dilingkup ini termasuk kami dan orang tua kami dulu merupakan pemburu Penyu," ujarnya.
Pada musim bertelur pada Bulan Mei sampai September merupakan puncak penyu bertelur, dengan landainya air pantai dipastikan banyak Penyu mendarat untuk bertelur, dalam setahun bisa ditemukan sarang telur Penyu 30 sampai 70 sarang.
Adapun prosentase keberhasilan konservasi Penyu ini sekitar 80 persen telur berhasil ditetaskan. Selanjutnya 10 hari kemudian tukik (anak penyu) itu dilepasliarkan ke laut.
Telur tidak menetas karena di awal musim kelembapan tanah terlalu tinggi sehingga menyebabkan jamur ditelur yang ditetaskan, juga di akhir musim biasanya panas luar biasa dan terlalu kering juga mempengaruhi telur menetas.
"Saat ini ada tiga sarang yang belum menetas, tapi dari total keseluruhan di musim ini sudah kita temukan 39 sarang, itu bisa kita rata-rata tiap sarang 100 butir," katanya.
(bal)