LANGIT7.ID, Bantul - Wisata Maritim Mangrove Baros merupakan kawasan ekowisata
hutan mangrove yang dibangun atas inisiatif masyarakat. Kawasan ini dibangun setelah masyarakat setempat melihat adanya potensi alam di sekitar tepian muara Sungai Opak dan Pantai Baros untuk dikembangkan menjadi objek wisata.
Pengelola Wisata Maritim Mangrove Baros, Wahyu menjelaskan potensi wisata yang ditawarkan dalam kawasan ini cukup banyak, salah satunya keberadaan hutan mangrove yang menjadi potensi unggulan desanya.
"Dan yang terbaru ini ada wisata kano wisatawan dapat mengelilingi Laguna Pantai Samas dengan menggunakan perahu jungkung," ujar Wahyu saat dihubungi Langit7 Rabu (17/8/2022).
Baca juga: Tidak Selamanya Pariwisata hanya Membahas Keuntungan EkonomiKawasan konservasi hutan mangrove ini terletak di Dusun Baros, Desa Tirtohargo, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul Yogyakarta tepat di sebelah barat muara Sungai Opak dan di sebelah timur Pantai Samas.
"Jadi wisata mangrove ini bisa dikatakan sebagai wisata edukasi sebab wisatawan yang berkunjung ke kawasan ini ditawarkan beberapa aktivitas wisata mulai dari penanaman mangrove, susur sungai, peternakan, pertanian hingga perikanan," jelas Wahyu.
Menurutnya, kawasan hutan mangrove berada di wilayah pesisir selatan dikembangkan sebagai salah satu wisata khusus di wilayah Bantul yang cukup ramai dikunjungi wisatawan pada akhir pekan, terutama dari berbagai institusi.
"Keindahan yang ditawarkan dari tempat wisata ini berupa sunset, serta keberadaan satwa yang hidup di hutan mangrove seperti ribuan burung yang berada di kawasan ini," katanya.
Wahyu menyatakan, Wisata Maritim Mangrove Baros merupakan aliran sungai dari Yogyakarta menuju pantai selatan. Sehingga pihaknya berupaya menjaga ekosistem yang ada di wilayah tersebut.
"Kami harus menjaga ekosistem yang ada di sini, agar tanahnya tidak bergeser. Kalau di depannya tidak ada mangrove maka muara akan bergeser dan secara otomatis tanah di depannya akan terjadi abrasi," terang Wahyu.
Baca juga: Pengamat Pariwisata: Intensitas Pengembangan Wisata Halal di Indonesia BerkurangWahyu menjelaskan, objek wisata mangrove tidak dipungut biaya alias gratis. Wisatawan dapat mengunjungi kawasan mangrove hanya dengan membayar parkir. Selain itu, wisata ini juga menyediakan berbaga paket wisata hingga outbound.
Tempat wisata ini juga dilengkapi dengan beberapa fasilitas penunjang bagi wisatawan yang berkunjung mulai dari musholla, area parkir, kamar mandi. Kendati demikian, kata Wahyu saat ini pihaknya belum menyediakan warung khusus untuk jenis berbagai jenis makanan da minuman.
"Tapi di dalam paket wisata yang kami tawarkan sudah tersedia berbagai jenis makanan khas desa yang dibuat oleh warga setempat seperti wajik, kacang, jagung dan lainnya yang merupakan hasil pertanian desa dengan melibatkan ibu-ibu PKK," katanya.
Wahyu menambahkan, bagi wisatawan yang hendak berkunjung secara berkelompok agar melakukan reservasi terlebih dahulu. Wisatawan dapat menyiapkan budget mulai Rp50 hingga Rp100 ribu per orang.
(sof)