Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 Juli 2026
home wisata halal detail berita

Tidak Selamanya Pariwisata hanya Membahas Keuntungan Ekonomi

hasanah syakim Selasa, 16 Agustus 2022 - 20:00 WIB
Tidak Selamanya Pariwisata hanya Membahas Keuntungan Ekonomi
Candi Borobudur (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Pengamat Pariwisata dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Intan Purwandani G menyebut potensi kenaikkan harga wisata akan tetap ada jika sudah terlalu lama membuka objek wisata demi target angka wisatawan yang tinggi.

Menurut Intan, Indonesia sudah lama mengembangkan pariwisata yang setiap kali berbicara tentangpariwisata, pembahasannya adalah tentang keuntungan ekonomi, sementara tidak selamanya pariwisata hanya membahas keuntungan ekonomi.

"Dua hal tersebut terbukti hingga saat ini Candi Borobudur dan Taman Nasional Komodo yang akhirnya tiketnya dinaikkan setelah adanya studi yang menyebutkan bahwa keduanya sudah mulai rusak dan sudah perlu konservasi," kata Intan kepada Langit7, Selasa (16/8/2022).

Baca juga: Pengamat Pariwisata: Intensitas Pengembangan Wisata Halal di Indonesia Berkurang

Menurutnya, ke depan tentu hal tersebut akan menjadi pelajaran bagi destinasi-destinasi lain yang selama ini hanya berbasis angka, bukan berbasis kualitas dan ini banyak ditemui di Indonesia.

"Kalau kita bicara destinasi yang membuka sebesar-besarnya wisatawan yang berkunjung dibandingkan dengan aspek konservasi untuk keberlanjutannya. Jadi ke depannya saya pikir potensi menaikan harga akan tetap ada kalau sudah terlalu lama, kita membuka demi angka wisatawan yang tinggi," ungkapnya.

Intan mengatakan, meskipun angka atau harga-harga dinaikkan untuk dua destinasi tersebut, target pemerintah untuk menaikkan wisatawan tetap saja tinggi, terutama wisatawan mancanegara. Padahal sebetulnya yang dicari bukanlah mencari angka wisatawan yang tinggi tetapi mencari wisatawan yang berkualitas.

"Jadi masalah utama karena selama ini kita seolah-olah ketika menargetkan 10 juta wisatawan ke Indonesia udah titik di situ, padahal kalau kita lihat lagi selama ini wisatawan asing yang datang ke Indonesia itu apakah mereka wisatawan yang berkualitas," katanya.

Baca juga: Kemenparekraf akan Uji Coba Harga Tiket Baru Masuk Taman Nasional Komodo

Lebih lanjut, Intan menjelaskan definisi wisatawan berkualitas sebagai wisatawan yang utama datang ke Indonesia untuk belanja banyak, mengeluarkan banyak pengeluaran di Indonesia. Akan tetapi, nyatanya banyak wisatawan asing yang datang membuat masalah.

"Itulah bila kita hanya menargetkan angka wisatawan masuk tetapi wisatawannya tidak berkualitas. Nah, PR kita yang utama adalah mencari wisatawan yang berkualitas bukan sekadar angka yang tinggi," ungkapnya.

Intan menambahkan, kalau pun Indonesia hanya bisa mendatangkan misalnya 4 juta wisatawan asing, tetapi wisatawan tersebut berkualitas atau dia berkontribusi banyak secara finansial dan sosial.

"Hal tersebut akan jauh lebih baik daripada 10 juta wisatawan yang setelahnya rusuh dan membuat onar, sehingga itu dapat mengganggu stabilitas masyarakat lokalnya," jelasnya.

(sof)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:03
Ashar
15:24
Maghrib
17:57
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan