LANGIT7.ID-, Jakarta - -
Tren berwisata terus mengalami perubahan. Jika dulu banyak orang memilih destinasi hanya untuk berlibur atau berfoto, kini
generasi milenial dan
Gen Z justru lebih tertarik pada perjalanan yang menawarkan pengalaman autentik, bermanfaat, dan selaras dengan nilai keberlanjutan.
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menilai dua generasi tersebut menjadi pendorong lahirnya berbagai konsep
wisata tematik yang kini semakin diminati. Pergeseran ini sejalan dengan perkembangan pariwisata global yang mengedepankan pengalaman nyata, kepedulian terhadap lingkungan, serta pemanfaatan teknologi digital.
Baca juga: Menyambut Akhir Pekan dari Stasiun Cibadak, Kereta Api Perkuat Akses Wisata dan Mobilitas Sukabumi"Generasi milenial dan Gen Z sebagai wisatawan digital-native mendorong munculnya tren baru seperti pariwisata berbasis lingkungan, wisata kebugaran, wisata olahraga dan
Meeting Incentive Convention and Exhibition (MICE)," kata Juru Bicara Kemenpar, Nia Niscaya, seperti dikutip dari Antara, Rabu (8/7/2026).
Nia mengatakan, teknologi juga menjadi faktor penting yang mempercepat pertumbuhan wisata tematik. Kehadiran kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), serta Augmented Reality dan Virtual Reality (AR/VR) memungkinkan wisatawan memperoleh pengalaman yang lebih personal, praktis, dan interaktif selama bepergian.
Meski wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara sama-sama menyukai jenis wisata yang serupa, keduanya memiliki prioritas yang berbeda.
Secara umum, tren yang paling diminati meliputi wisata budaya yang memberikan pengalaman mendalam, wisata ramah lingkungan, wisata alam dan petualangan, wisata kuliner, serta wisata kebugaran dan rekreasi.
"Perbedaan utama terletak pada motivasi dan intensitas minat terhadap masing-masing jenis wisata. Kedua segmen ini dipertemukan dengan fokus perjalanan yang lebih bermakna dan otentik," ujar Nia.
Nia menjelaskan, turis mancanegara cenderung lebih mengutamakan pengalaman budaya, kelestarian lingkungan, dan aktivitas di alam terbuka. Pilihan tersebut merefleksikan keinginan untuk membangun koneksi dengan budaya lokal sekaligus menikmati perjalanan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Baca juga: Mengeksplor 5 Potensi Spot Wisata Selam di IndonesiaSementara wisatawan domestik lebih banyak memilih wisata kuliner dan pengalaman budaya. Bagi mereka, perjalanan menjadi sarana untuk beristirahat, mencicipi kekayaan cita rasa Nusantara, sekaligus mengenal tradisi daerah tanpa harus bepergian ke luar negeri.
Di sisi lain, wisata olahraga juga diproyeksikan menjadi salah satu sektor yang tumbuh paling cepat dalam industri pariwisata.
Berdasarkan data UN Tourism (UNWTO) yang dikutip Kemenpar, segmen ini saat ini menyumbang sekitar 10 persen dari total belanja wisatawan dunia dan diperkirakan bertumbuh hingga 17,5 persen per tahun sampai 2030.
Menurut Nia, pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya minat masyarakat terhadap perjalanan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menyehatkan.
(est)