LANGIT7.ID-, Jakarta - - Generasi muda harus siap menghadapi tantangan sosial maupun dunia kerja ke depannya. Salah satunya dengan meningkatkan soft skill, pola pikir progresif, serta portofolio yang sesuai dengan kebutuhan di masa mendatang.
Untuk itu Light+ by Wardah, sub-brand terbaru dari ParagonCorp berkolaborasi dengan Bright League menyelenggarakan Bright League Main Conference 2025 di Paragon Community Hub, Jakarta.
Kegiatan ini menghadirkan rangkaian kelas pengembangan diri, mentoring, hingga business case competition bagi Gen Z. Serta dirancang sebagai ruang kolaboratif yang mempertemukan komunitas, kreator muda, dan para penggerak perubahan untuk mendorong ekosistem pengembangan diri yang inklusif dan relevan dengan tantangan masa kini.
Bright League sendiri merupakan komunitas pengembangan diri, berfokus membantu anak muda meningkatkan soft skills, pola pikir progresif, serta portofolio yang sesuai kebutuhan dunia kerja melalui workshop, networking, dan proyek kolaboratif.
Baca juga: Raih Tiga Awards Sekaligus, ParagonCorp Diakui Asia Berkat Inovasi Human-Centered untuk KonsumenKolaborasi dengan Light+ memperkuat misi tersebut, termasuk melalui pengangkatan studi kasus brand Light+ yang menunjukkan bagaimana inovasi dapat lahir dari kebutuhan sehari-hari dan berkembang menjadi solusi yang berdampak bagi masyarakat.
Brand Activation Wardah, Dzikrillah Rizqi Amalia membuka acara dengan menegaskan pentingnya inovasi yang berangkat dari permasalahan nyata.
"Inovasi bukan sekadar ide besar, tetapi keberanian untuk memecahkan masalah yang dekat dengan kehidupan kita. Generasi muda memiliki kreativitas luar biasa, dan tugas kita adalah menyediakan ekosistem yang memungkinkan mereka mengubah ide sederhana menjadi dampak berkelanjutan," ujarnya.
Menurutnya, keberlanjutan harus menjadi kebiasaan sehari-hari, bukan hanya sekadar narasi komunikasi.
![Mendorong Aksi dan Inisiatif Sosial Gen Z Melalui Series of Conference & Business Case Competition]()
Konferensi ini menghadirkan empat pembicara muda inspiratif; Aktor El Putra Sarira yang menyoroti kekuatan storytelling dan budaya lokal sebagai motor penggerak inisiatif komunitas. Dan Xaviera Putri (Clash of Champions Cast by Ruangguru) menekankan pentingnya pola pikir terstruktur, kemampuan adaptasi, dan komunikasi autentik sebagai fondasi kepemimpinan Gen Z.
CEO Youth Ranger Indonesia Dimas Dwi Pangestu yang juga hadir, menyoroti peran empati, active listening, dan ketangguhan mental dalam menciptakan aksi komunitas yang berkelanjutan.
Serta Muhammad Syaeful Mujab yang merupkan President of Indonesia Youth Diplomacy hadir dengan menegaskan perlunya perspektif global, kemampuan diplomasi, dan kolaborasi lintas negara di tengah kompetisi global.
Sebagai bagian dari program, Light+ dan Bright League juga menyelenggarakan Business Case Competition yang menjaring 111 tim dari 51 kampus nasional dan global. Para peserta diminta menghadirkan ide pemasaran kreatif untuk Light+ by Wardah dengan pendekatan yang relevan bagi Gen Z: praktis, ringan, dan dekat dengan kebutuhan sehari-hari.
Baca juga: Muhammadiyah: Bangun Generasi Emas 2045 Tak Cukup Tanpa Reformasi Paradigma PendidikanDari seluruh peserta, tiga tim terbaik terpilih dan diundang untuk hadir dalam Bright League Main Conference 2025 sebagai bentuk apresiasi atas inovasi dan kemampuan analisis mereka. Kompetisi ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menunjukkan kreativitas, pemahaman strategis, dan kemampuan problem solving yang nyata terhadap tantangan industri.
Melalui kolaborasi bersama Bright League, Light+ mempertegas komitmennya dalam memperluas akses ruang belajar, eksplorasi, dan kolaborasi bagi generasi muda.
Inisiatif ini sejalan dengan fokus ParagonCorp dalam menumbuhkan talenta muda Indonesia yang adaptif, percaya diri, serta siap memberikan dampak positif di lingkungan mereka, sekaligus meningkatkan daya saing mereka dalam memasuki dunia kerja.
(lsi)