Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 21 Mei 2026
home wirausaha syariah detail berita

Wardah, d'Besto, dan Sofyan Corp Ungkap Cara Bangun Bisnis Halal yang Tahan Krisis

nabil Kamis, 21 Mei 2026 - 11:51 WIB
Wardah, d'Besto, dan Sofyan Corp Ungkap Cara Bangun Bisnis Halal yang Tahan Krisis
(Kiri-Kanan) CEO & Founder dBesto, Evalinda Senior Group Head Wardah Masterbrand & Skincare, Novia Sukmawaty Chairman of Sofyan Corp, Riyanto Sofyan Lead Strategic & BD of Inspark. (Dok: Langit7)
LANGIT7.ID-Jakarta; Bisnis halal tak lagi sekadar bicara label produk. Tiga pelaku usaha dari sektor kecantikan, makanan, hingga perhotelan membagikan cara mereka membangun bisnis berbasis nilai halal, mulai dari budaya perusahaan, penguatan spiritual karyawan, hingga transformasi model bisnis yang tetap bertahan di tengah tekanan krisis.

Pendekatan itu menunjukkan perubahan cara pandang terhadap bisnis halal yang kini berkembang jauh melampaui sertifikasi produk semata. Nilai halal mulai diterjemahkan sebagai fondasi dalam pengelolaan usaha, dari cara perusahaan membangun budaya kerja hingga menjaga kepercayaan konsumen.

Meski datang dari industri yang berbeda, ketiga pelaku usaha ini memiliki benang merah yang sama. Halal diposisikan bukan sebagai tempelan pemasaran, melainkan prinsip yang memengaruhi cara bisnis dijalankan dari hulu hingga hilir.

Baca juga: Gateway hingga Kikkoman Bongkar Dampak Bisnis Sertifikasi Halal, dari Klien Baru sampai Bangun Kepercayaan Pasar


Halal Jadi DNA Wardah, Bukan Sekadar Label Produk


Senior Group Head Wardah Masterbrand & Skincare, Novia Sukmawaty mengatakan nilai halal sudah melekat dalam fondasi perusahaan sejak awal Wardah berdiri.

Menurut dia, konsep halal yang dibangun Wardah bukan pendekatan yang baru muncul seiring berkembangnya pasar, melainkan bagian dari identitas perusahaan.

“Jadi memang Alhamdulillah, kalau kita berbicara mengenai Wardah gitu ya, dari awal itu kalau kita bicara mengenai Wardah, hal itu sudah menjadi DNA nya kami, begitu. Hal itu sudah menjadi DNA nya kami, bahwa our mission itu adalah rahmatan lil alamin," ujar dia dalam acara peluncuran buku Authentic Halal Brand (AHB) di Aula Lantai 4 BPJPH, Jakarta Timur, dikutip Kamis (21/5/2026).

Wardah, d'Besto, dan Sofyan Corp Ungkap Cara Bangun Bisnis Halal yang Tahan Krisis
(Tengah) Senior Group Head Wardah Masterbrand & Skincare Novia Sukmawaty. (Dok: Langit7.id)

Novia menjelaskan, nilai tersebut kemudian diterjemahkan dalam budaya perusahaan yang mendorong kebermanfaatan lebih luas, bukan hanya dari sisi produk.

“Jadi, kalau kita melihat bagaimana eh DNA kita itu, itu adalah our culture company gitu,” ujar dia.

Ia mengatakan konsep halal yang dijalankan Wardah tidak berhenti pada aspek religius atau produk kosmetik semata. Menurutnya, pendekatan itu juga menyentuh inklusivitas, keberlanjutan, transparansi, integritas, hingga tanggung jawab dalam proses bisnis.

Wardah juga melihat momentum pertumbuhan modest fashion sebagai salah satu fase penting dalam memperluas penerimaan pasar terhadap nilai halal yang mereka bawa.

Menurut Novia, bisnis halal yang dijalankan Wardah diarahkan agar memberi dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat.

Baca juga: KAHF Bongkar Strategi Bangun Brand Halal dari Fenomena Hijrah Anak Muda


d'Besto Bangun Budaya Halal dari Dapur hingga Ribuan Cabang


CEO & Founder d'Besto, Evalinda mengatakan pendekatan halal di bisnis makanan yang dibangunnya berangkat dari kebutuhan paling mendasar sebagai konsumen.

“Jadi, kita karena kami bergerak di F&B, otomatis dari kita sendiri, kalau ingin makan kan pasti mencari yang halal,” ujar dia.

Ia mengungkapkan saat awal merintis usaha, perusahaan belum memiliki sertifikasi halal karena fokus utama masih pada pengembangan bisnis. Karena itu, langkah awal yang dilakukan adalah memastikan seluruh bahan baku dan produk yang masuk sudah memiliki sertifikasi halal.

Bisnis yang dirintis sejak 1994 itu kini berkembang menjadi jaringan besar dengan lebih dari 1.200 cabang dan sekitar 15 ribu karyawan.

Wardah, d'Besto, dan Sofyan Corp Ungkap Cara Bangun Bisnis Halal yang Tahan Krisis
(Kiri) CEO & Founder d'Besto Evalinda. (Dok: Langit7.id).

Namun menurut Evalinda, tantangan terbesar justru ada pada menjaga kesadaran halal di seluruh level operasional, terutama dengan latar belakang karyawan yang beragam.

“Saya sangat meyakini bahwa konsep rezeki itu adalah pemberian. Pemberian Allah subhanahu wa ta'ala. Bukan karena hebatnya kita, bukan karena hebatnya produk, bukan karena hebatnya pelayanan,” ujar dia.

Keyakinan itu kemudian diterapkan dalam budaya perusahaan melalui pembiasaan ibadah di lingkungan kerja, selain tetap menjalankan SOP yang ketat dan audit rutin.

Evalinda mengatakan pendekatan tersebut menjadi salah satu pegangan saat bisnis menghadapi tekanan berat selama pandemi Covid-19, ketika restoran tak bisa melayani makan di tempat dan omzet turun drastis.

Menurut dia, kombinasi disiplin operasional dan kesadaran spiritual menjadi cara perusahaan menjaga standar halal sekaligus mempertahankan pertumbuhan bisnis.

Baca juga: Produk Halal RI Masih Jadi 'Sleeping Giant', Inspark Kenalkan Framework Authentic Halal Brand


Hotel Sofyan Pilih Jalur Syariah Saat Pasar Muslim Belum Dilirik


Chairman of Sofyan Corp, Riyanto Sofyan mengatakan perjalanan bisnis halal di industri hotel memiliki tantangan berbeda dibanding bisnis berbasis produk.

Menurutnya, sektor hospitality menjual layanan yang sifatnya abstrak, sehingga kepercayaan menjadi faktor utama.

“Kalau halal kan enggak ada yang sembilan puluh persen halal, enggak ada kan? Kalau yang halal, kalau nggak ada yang halal, kalau mau ngomong halusnya, kalau nggak halal ya haram,” ujar dia

Riyanto mengatakan keputusan bertransformasi ke konsep syariah diambil ketika pasar muslim belum dianggap menjanjikan secara bisnis.

Saat itu, menurut dia, banyak pihak justru menilai pasar tersebut terlalu kecil untuk digarap secara serius.

Wardah, d'Besto, dan Sofyan Corp Ungkap Cara Bangun Bisnis Halal yang Tahan Krisis
(Tengah) Chairman of Sofyan Corp Riyanto Sofyan. (Dok: Langit7.id)

Meski begitu, Hotel Sofyan tetap mengambil jalur tersebut dan menjadikannya bagian dari identitas bisnis.

Tekanan besar juga sempat dirasakan saat pandemi, ketika okupansi hotel anjlok sementara biaya operasional tetap berjalan.

“Intinya gini, intinya bahwa percayalah bahwa rezeki itu dari Allah,” ujar dia.

Selain faktor keyakinan, Riyanto mengatakan ada tiga prinsip utama yang dijaga dalam bisnisnya, yakni memahami kebutuhan pasar, membangun integritas, dan menjaga semangat untuk terus berkembang.

Menurut dia, bisnis halal tidak cukup hanya menampilkan identitas tertentu, tetapi harus dibangun melalui konsistensi operasional dan kepercayaan yang lahir dari praktik nyata.

Pertemuan tiga pelaku usaha lintas sektor ini memperlihatkan bahwa bisnis halal kini berkembang menjadi pendekatan yang lebih menyeluruh. Bukan hanya soal produk yang memenuhi standar tertentu, tetapi juga bagaimana perusahaan membangun budaya, menjaga integritas, dan bertahan saat tekanan datang.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 21 Mei 2026
Imsak
04:25
Shubuh
04:35
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)