Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 20 Mei 2026
home wirausaha syariah detail berita

Produk Halal RI Masih Jadi 'Sleeping Giant', Inspark Kenalkan Framework Authentic Halal Brand

nabil Rabu, 20 Mei 2026 - 15:35 WIB
Produk Halal RI Masih Jadi 'Sleeping Giant', Inspark Kenalkan Framework Authentic Halal Brand
Direktur Inspark sekaligus penggagas Framework Authentic Halal Brand (AHB), Dr. Wahyu Tri Setyobudi. (Dok: Langit7.id)
LANGIT7.ID-Jakarta; Potensi industri halal di Indonesia dinilai masih belum tergarap maksimal meski pasar domestiknya sangat besar. Direktur Inspark sekaligus penggagas Framework Authentic Halal Brand (AHB), Dr. Wahyu Tri Setyobudi, menyebut sektor ini masih seperti “raksasa tidur” yang belum sepenuhnya dibangunkan.

Pernyataan itu disampaikan Wahyu dalam acara bertema Peluncuran Buku Authentic Halal Brand yang digelar di Aula Lantai 4 BPJPH, Jakarta Timur. Dalam forum yang mempertemukan kalangan bisnis, akademisi, media, hingga pelaku industri itu, Wahyu menyoroti peluang besar industri halal di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat.

“Sementara itu, kalau kita lihat potensi produk halal di Indonesia ini masih menjadi sleeping giant, raksasa yang masih tidur, belum dibangkitkan. Bapak-Ibu sekalian membayangkan dua ratus empat puluh tujuh juta jiwa penduduk muslim terbesar di dunia,” ujar dia, Rabu (20/5/2026).

Menurut dia, dengan populasi Muslim mencapai 87 persen dari total penduduk Indonesia, pasar halal seharusnya menjadi kekuatan ekonomi yang jauh lebih besar. Ia menyebut pertumbuhan industri halal sudah mencapai 21 persen, melampaui sejumlah sektor lain.

“Artinya, ini adalah sangat menjanjikan. Sementara itu pasar global masih terbuka, pasar domestik belum semuanya digarap,” ujar dia.

Di tengah kondisi bisnis yang disebutnya masuk era hyper competition, Wahyu menilai pelaku usaha membutuhkan strategi baru untuk membangun diferensiasi. Siklus hidup produk makin pendek, perubahan preferensi konsumen berlangsung cepat, dan persaingan tak lagi sekadar ketat, tetapi sudah masuk level yang jauh lebih agresif.

Dalam konteks itu, Wahyu memperkenalkan Framework Authentic Halal Brand sebagai pendekatan yang menurutnya bisa menjadi pembeda bagi sebuah merek.

Selama ini, kata dia, strategi pemasaran umumnya bertumpu pada nilai fungsional, emosional, ekonomi, dan sosial. Namun menurutnya, ada satu elemen yang belum banyak disentuh dalam praktik marketing, yakni nilai spiritual.

“Spiritual ini belum pernah disinggung nih kalau di marketing. Padahal Anda bisa bayangkan untuk membela agamanya, untuk membela keyakinannya, orang mau melakukan apa saja,” ujar dia.

Dari gagasan itu, ia mengembangkan konsep Authentic Halal Brand, yakni framework yang menempatkan prinsip halal bukan hanya sebagai label produk, melainkan fondasi menyeluruh dalam strategi bisnis dan pembangunan merek.

Menurut Wahyu, pendekatan ini dibangun lewat tiga dimensi utama, yakni brand signifiers, brand principles, dan brand roles. Dalam praktiknya, brand halal dinilai tak cukup hanya memenuhi aspek kepatuhan halal, tetapi juga harus memiliki nilai etika, layanan yang jujur, kebijakan harga yang adil, hingga kontribusi sosial dan lingkungan.

Ia juga menekankan pentingnya membangun ekosistem halal secara menyeluruh, termasuk dalam rantai pasok dan budaya internal perusahaan.

Dalam kesempatan itu, Wahyu memperkenalkan enam brand yang dinilai merepresentasikan implementasi konsep halal dari berbagai sektor industri, yakni Wardah, D'Besto, Kikkoman, Kahf, Hotel Sofyan, dan Get Away.

Menurutnya, masing-masing merek menunjukkan pendekatan berbeda dalam menerapkan prinsip halal, mulai dari kosmetik, makanan, hospitality, hingga logistik.

“Kalau menggunakan otentik halal brand, maka nanti kita akan punya assessment tools. Cek dulu, di daftar seluruh elemen halal tadi, yang sudah bagus mana, yang masih kurang mana,” ujar dia.

Ia mengatakan framework ini diharapkan menjadi acuan bagi pelaku usaha yang ingin membangun brand halal secara lebih strategis dan berkelanjutan.

Wahyu menilai, jika konsep tersebut diadopsi lebih luas, brand halal Indonesia berpeluang memperkuat reputasi di pasar Muslim sekaligus menciptakan arah pengembangan bisnis jangka panjang yang lebih jelas.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 20 Mei 2026
Imsak
04:25
Shubuh
04:35
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
18:59
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)