Dalam menghadapi ujian hidup, Islam mengajarkan sikap tawakkal dan kesabaran. Doa-doa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW seperti Qadarullah dan Inna lillahi menjadi pengingat bahwa setiap musibah adalah ketentuan Allah. Sikap positif dalam menghadapi cobaan akan mendatangkan kebaikan.
Tathayyur, kepercayaan tentang nasib sial dalam Islam, termasuk praktik syirik yang harus dihindari. Rasulullah SAW menegaskan bahwa perasaan sial ini bertentangan dengan tauhid dan tawakkal kepada Allah. Meski kadang terlintas dalam pikiran, umat Muslim diajarkan untuk tidak menjadikannya penghalang dan tetap berserah pada ketentuan Allah SWT. Menurut ulama, praktik ini hanya membawa kegelisahan dan membatasi potensi diri.
Bermodal tawakkal, Mochamad Nur Faizin (45), jamaah haji asal Kendal, Jawa Tengah akhirnya bisa mewujudkan mimpinya. Dengan segala keterbatasan karena tuna netra
Sikap tawakal, yang menggabungkan usaha maksimal dengan doa serta kepercayaan penuh kepada Allah SWT, menjadi landasan utama bagi keberhasilan dan ketenangan hidup.
Ma'ruf Amin menguraikan, sikap tawakal seorang muslim tercermin dalam doa setiap harinya, di mana individu mengakui keagungan dan kebesaran Allah serta memohon perlindungan-Nya. Doa tersebut yakni Laa Haula Walaa Quwwata Illaa Billah.
Pakar Ekonomi Syariah, Imam Teguh Santoso, mengingatkan, umat Islam sebenarnya sudah diberi perangkat-perangkat untuk menghadapi segala ujian di muka bumi, termasuk ancaman resesi global 2023.
Tawakkal bisa menjadi kunci penyelesaian kala menghadapi ujian hidup yang terasa sangat berat. Tawakkal adalah bentuk kepasrahan diri kepada Allah SWT.
Krisis ekonomi seperti pandemi dan ancaman resesi 2023 pernah terjadi di zaman Nabi SAW. Salah satu kunci penyelesaiannya yakni dengan bertawakkal ke Allah SWT.
Musibah yang menimpa bisa jadi sebagai ujian dari Allah SWT kepada hamba-Nya. Sebab Sang Khalik ingin mengukur seberapa kuat dan sabar hamba-Nya. Oleh karena itu, ketika tengah tertimpa musibah semestinya kita tetap tawakal.
Pendakwah Ustaz Khalid Basalamah menegaskan bahwa tawakal dan pasrah merupakan dua sifat berbeda. Banyak masyarakat Indonesia yang keliru dalam memaknai kedua kata tersebut dan menganggap sama.
Ungkapan Insya Allah begitu familiar bagi umat Islam. Tak jarang, ungkapan itu dijadikan alasan ketika seseorang tidak bisa memenuhi janji. Lalu apa makna sebenarnya? Simak penjelasan dari Syekh Mutawalli Sya'rawi.
Cara untuk mendapatkan kebahagiaan itu mudah, yaitu bertawakal kepada Allah Ta'ala sebelum berikhtiar, ketika sedang berikhtiar, dan setelah berikhtiar.