LANGIT7.ID, Jakarta -
Krisis ekonomi seperti pandemi dan ancaman resesi 2023 pernah terjadi di zaman Nabi. Salah satu kunci penyelesaiannya yakni dengan bertawakkal ke Allah SWT.
Pakar
Ekonomi Islam, Universitas Darussalam Gontor, Syamsuri mengatakan dalam sejarah, Rasulullah SAW juga beberapa kali mengalami masa krisis ekonomi.
Di antara penyebab krisis itu antara lain musim paceklik yang melanda dengan kemarau berkepanjangan. Sehingga menyebabkan kenaikan harga secara umum yang menyebabkan terjadinya inflasi.
"Serta krisis akibat biaya peperangan yang sangat menguras kas negara pada zaman itu," ungkapnya kepada
Langit7, Jumat (30/12/2022).
Baca Juga: Krisis Ekonomi Global Ternyata Pernah Terjadi di Zaman Nabi YusufAdapun saat menghadapi krisis tersebut, Nabi Muhammad SAW tawakal dan berserah diri kepada Allah SWT. Serta menggunakan strategi ekonomi berupa penolakan penetapan harga dan menyerahkan mekanisme pasar yang sehat sesuai syariat.
"Dengan strategi maka akan menciptakan keadilan harga pasar yang diinginkan masyarakat. Sehingga tidak ada tumpang tindih kebijakan dalam penyelesaian masalah krisis yang melanda waktu itu," ungkapnya.
Krisis di Zaman Nabi Yusuf ASSelain itu, di zaman Nabi Yusuf AS juga pernah terjadi krisis ekonomi yang melanda negara. Hal itu disebabkan musim paceklik, sehingga menghadirkan masalah krisis pangan.
Nabi Yusuf yang memegang peranan penting saat itu mengambil kebijakan dengan meningkatkan produksi pangan. Dengan reformasi perpajakan dan insentif serta sosialisasi yang masif.
"Kemudian mengupayakan penyimpanan hasil produksi bahan pangan dan mengelola sesuai dengan kebutuhan masyarakat pada saat itu," katanya.
Jadi, lanjut dia, ajaran untuk hidup berhemat dan sederhana sebetulnya diterapkan oleh para Nabi dan Rasul. Tujuannya agar dapat mengatasi masalah krisis ekonomi yang menyebabkan resesi pada suatu negara.
(bal)