LANGIT7.ID, Jakarta - Sebagai seorang hamba, kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang. Seperti terjadinya musibah yang dapat menimpa kapanpun dan dimanapun. Karena itu semestinya kita mempersiapkan diri sebaik mungkin dengan bekal amal-amal salih.
Musibah yang menimpa bisa jadi sebagai ujian dari Allah SWT kepada hamba-Nya. Sebab Sang Khalik ingin mengukur seberapa kuat dan sabar hamba-Nya. Oleh karena itu, ketika tengah tertimpa musibah semestinya kita tetap tawakal.
Berikut lima tema khutbah tentang menghadapi musibah yang dapat disampaikan khatib kepada para jamaah:
Baca Juga: Khutbah Jumat: Keutamaan Makmurkan Masjid dengan Sedekah1. Rida Atas Ketentuan Allah Terlepas dari apapun musibah yang menimpa, setiap mukmin wajib beriman bahwa musibah tersebut adalah ketentuan Allah SWT. Sifat lapang dada atau rida merupakan hal yang tepat untuk ditunjukan ketika tertimpa musibah. Seperti firman-Nya dalam surat Al-Hadid ayat 22:
مَآ أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَا فِىٓ أَنفُسِكُمْ إِلَّا فِى كِتَٰبٍ مِّن قَبْلِ أَن نَّبْرَأَهَآ ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٌ
Artinya: Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.
2. Taubat dan Memohon AmpunTanpa disadari, terkadang musibah yang datang merupakan ulah dari manusia itu sendiri. Musibah yang diturunkan bisa jadi akibat dari keburukan dan dosa-dosa yang diperbuat. Sebagaimana firman Allah di surat Asy-Syura Ayat 30:
وَمَآ أَصَٰبَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُوا۟ عَن كَثِيرٍ
Artinya: Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).
Ketika musibah datang, inilah momentum yang tepat untuk merenung dan belajar intropeksi diri dari apa yang diperbuatnya. Mungkin saja ini sebuah teguran yang Allah berikan kepada hambanya.
3. Tetap Sabar Musibah yang datang bisa saja merupakan suatu ujian untuk mengukur tingkat keimanan kepada-Nya. Maka itu, sepatutnya kita harus bersabar dalam menghadapi musibah. Sifat sabar tersebut tertuang dalam hadis, Rasulullah SAW bersabda:
Baca Juga: Berawal dari Pura-pura, Dedi Ibrahim Kini Nyaman jadi Muslim“Orang-orang beriman itu memang sangat mengherankan semua perkaranya serba baik, dan tak ada seorang pun yang seperti orang mukmin. Apabila dianugerahi kesenangan ia bersyukur, dan apabila tertimpa musibah, ia berlaku sabar. Hal inilah yang menjadikan dia selalu dalam keadaan baik.” (HR Muslim).
4. Tetap IkhtiarIkhtiar merupakan suatu proses menuju hasil yang diinginkan dalam hal lebih baik serta sebagai usaha untuk memperbaiki keadaan. Ikhtiar dapat di implementasikan guna menghadapi musibah.
Seorang mukmin tidak boleh hanya berpasrah diri tanpa melakukan tindakan apapun agar situasi jadi lebih baik dalam menghadapi musibah. Hal tersebut seperti firman Allah yang tertuang dalam surat Ar-Ra’d Ayat 11:
لَهُۥ مُعَقِّبَٰتٌ مِّنۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِۦ يَحْفَظُونَهُۥ مِنْ أَمْرِ ٱللَّهِ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا۟ مَا بِأَنفُسِهِمْ ۗ وَإِذَآ أَرَادَ ٱللَّهُ بِقَوْمٍ سُوٓءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُۥ ۚ وَمَا لَهُم مِّن دُونِهِۦ مِن وَالٍ
Artinya: Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.
5. Tak Putus Sedekah Sedekah merupakan amalan ringan yang dicintai Allah SWT dan dapat dilakukan dalam konsisi apapun. Terlebih ketika tertimpa musibah, Insya Allah akan memudahkan rezeki dengan membuka pintu rezeki lainnya. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:
“Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sedekah” (HR Al-Baihaqi).
Baca Juga: Pesan Menyentuh dari Ustaz Aceng Zakaria untuk Alumni Persis(zhd)