Bagaimana kita bisa mendapatkan kehormatan untuk bersama Alquran dan meraih manfaatnya? Bahkan dapat bertadzakur bersama Alquran setiap harinya dengan mengingat Allah dan mengingatkan diri sendiri lewat Alquran?
Waktu berjalan begitu cepat hingga tak terasa bulan suci Ramadhan sebentar lagi tiba. Untuk menyambut bulan yang muliakan, kita harus mempersiapkan diri sebaik mungkin sebagai umat muslim.
Orang tua sudah seharusnya menerapkan pola asuh kepada anak dengan nilai-nilai agama. Hal ini perlu dilakukan agar anak jauh dari berbagai jenis penyimpangan, seperti LGBT.
Seiring berjalannya waktu dengan ditandai pergantian tahun seharusnya diiringi dengan bertambahnya ilmu dan ketakwaan. Dalam Islam sendiri penting sebagai umat muslim untuk menuntut ilmu dan bertakwa dimanapun berada.
Islam memuliakan posisi perempuan terutama sosok ibu. Sejatinya, sosok ibu mengemban tugas yang tidak mudah dalam rumah tangga dan mereka menjalankannya dengan tulus.
Setiap kesalahan dalam bentuk apapun yang bahkan menyinggung orang lain tentunya mengakibatkan dosa. Apalagi dapat menyebabkan dampak negatif terhadap orang yang tersinggung.
Fenomena LGBT sebenarnya sudah ada di masa Nabi Luth AS. Beliau mengemban dakwahnya di tengah situasi yang sangat sulit, yakni kepada suatu kaum yang menyukai sesama jenis. Mereka adalah kaum Sodom.
Musibah yang menimpa bisa jadi sebagai ujian dari Allah SWT kepada hamba-Nya. Sebab Sang Khalik ingin mengukur seberapa kuat dan sabar hamba-Nya. Oleh karena itu, ketika tengah tertimpa musibah semestinya kita tetap tawakal.
Allah akan membuka pintu rezeki kepada hamba-hamba-Nya dengan seluas-luasnya bagi mereka yang ikhlas dalam bersedakah. Karena sebesar apapun rezeki yang kita sedekahkan akan Allah kembalikan berlipat ganda.
Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persatuan Ummat Islam (DPP PUI), KH Nurhasan Zaidi mengatakan, jasa para pahlawan yang berjuang demi memerdekakan Indonesia harus selalu dikenang dan dihormati oleh masyarakat Indonesia
Melalui kata-kata, seseorang bisa menolong orang lain, namun lewat kata-kata pula manusia dapat menimbulkan kerugian tak hanya bagi dirinya sendiri tapi juga bagi orang lain.
Kesehatan merupakan salah satu bentuk rezeki dari Allah SWT. Tak hanya itu, kesehatan juga merupakan suatu rezeki yang tingkatannya paling tinggi di antara rezeki Allah yang lain.