LANGIT7.ID, Jakarta - Seiring berjalannya waktu dengan ditandai pergantian tahun seharusnya diiringi dengan bertambahnya ilmu dan ketakwaan. Dalam Islam sendiri penting sebagai umat muslim untuk menuntut ilmu dan bertakwa dimanapun berada.
Banyak ilmu yang dapat dipelajari oleh umat muslim, baik ilmu pengetahuan umum ataupun ilmu agama. Oleh karena itu, menuntut ilmu merupakan sebuah keharusan, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda yang artinya:
“Mencari ilmu adalah kewajiban setiap muslim, dan siapa yang menanamkan ilmu kepada yang tidak layak seperti yang meletakkan kalung permata, mutiara, dan emas di sekitar leher hewan.” (HR Ibnu Majah).
Baca Juga: Perjalanan Masjid Raya Al Jabbar, Sejak Gubernur Aher hingga EmilBerikut lima tema khutbah Jumat tentang pergantian waktu harus diiringi bertambahnya ilmu dan takwa yang bisa dibawakan khatib kepada para jamaah:
1. Peningkatan Ilmu dan TakwaMenimba ilmu bermanfaat juga dapat meningkatkan takwa kita kepada Allah SWT. Sebab muslim yang berilmu sejatinya akan mematuhi perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Semakin konsisten dalam menjalankan perintah-Nya, maka ia semakin tinggi kadar ketakwaanya kepada Allah. Allah berfirman dalam surat At-Taghabun ayat 16:
فَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ مَا ٱسْتَطَعْتُمْ وَٱسْمَعُوا۟ وَأَطِيعُوا۟ وَأَنفِقُوا۟ خَيْرًا لِّأَنفُسِكُمْ ۗ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِۦ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ
Artinya: Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.
2. Larangan Tasyabbuh Tasyabbuh merupakan sifat seseorang untuk meniru sosok yang dikaguminya, baik dari tingkah laku, penampilan, hingga sifat-sifatnya dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Adapun larangan Tasyabbuh kepada umat muslim seperti merayakan tahun baru dengan mengikuti tradisi yang di impor dari ajaran di luar Islam. Hal ini disinggung dalam sebuah hadis sebagai berikut:
Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:
“Kiamat tidak akan terjadi hingga umatku mengikuti jalan generasi sebelumnya sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta.” Lalu ada yang menanyakan pada Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, “Apakah mereka itu mengikuti seperti Persia dan Romawi?” Beliau menjawab, “Selain mereka, lantas siapa lagi?“ (HR Bukhari nomor 7319).
3. Muhasabah Manusia tak luput dari dosa dan kesalahan, karenanya sangat penting untuk berbenah diri dengan cara muhasabah diri. Bermuhasabah diri ini berarti mengevaluasi perbuatan, tutur kata, dan amal yang telah dilakukan.
Muhasabah pun dapat dilakukan setiap saat, waktu dan setiap detik. Artinya tidak memilih momentum-momentum tertentu.
Bagi sebagian orang, akhir tahun dianggap menjadi momen tepat untuk bermuhasabah diri. Sehingga di tahun selanjutnya dapat mengubah diri menjadi lebih baik lagi.
Dengan muhasabah, kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik, mawas diri, dan bijaksana. Sebagaimana Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 269:
يُؤْتِى ٱلْحِكْمَةَ مَن يَشَآءُ ۚ وَمَن يُؤْتَ ٱلْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِىَ خَيْرًا كَثِيرًا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّآ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَٰبِ
Artinya: Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).
4. Jangan Buang WaktuDalam Al-Qur'an pun dijelaskan bahwa manusia harus aktif dan produktif dalam melakukan sesuatu. Ini dimaksudkan agar waktu luang tidak diisi dengan hal-hal yang tidak ada manfaatnya.
Namun perlu digarisbawahi bukan berarti manusia tidak boleh memiliki waktu luang sebagai porsi istirahat setelah mengisi hari dengan ibadah, bekerja, belajar, dan kegiatan lainnya. Sebagaimana firman-Nya dalam surah Al-Insyirah ayat 7:
فَإِذَا فَرَغْتَ فَٱنصَبْ
Artinya: Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.
5. Perbanyak Bekal untuk AkhiratIlmu yang wajib dicari oleh seorang mu`min, baik yang bersifat wajib maupun anjuran adalah ilmu yang menghantarkan dirinya kepada kebenaran dan menjauhkannya dari kesesatan dan kebatilan.
Dengan ilmu bermanfaat, seperti ilmu agama dengan memelajari isi-isi Al-Qur'an dan mengamalkannya, maka akan menjadi amalan baik dan bekal di akhirat kelak. Allah SWT berfirman:
…
niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat... (QS Al Mujadilah ayat 11).
Baca Juga: 5 Tips Siasati Libur Akhir Tahun di Rumah karena Cuaca Buruk(zhd)