LANGIT7.ID, Jakarta - Rezeki dari Allah SWT bukan hanya sekadar harta, kesehatan juga merupakan salah satu bentuk rezeki dari Allah. Tak hanya itu, Allah Maha Pemberi menjamin seluruh makhlukNya di muka bumi mendapatkan rezeki-Nya, sebagaimana firman Allah dalam surah Hud ayat 8:
وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۗ كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ
Artinya: Dan tidak satupun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya di jamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).
Berikut lima tema khutbah tentang rezeki Allah yang dapat khatib bawakan kepada jamaah:
Baca Juga: 5 Tema Khutbah Jumat: Etos Kerja Menurut Islam1. Kesehatan Tingkatan Rezeki TertinggiKesehatan merupakan salah satu bentuk rezeki dari Allah SWT. Tak hanya itu, kesehatan juga merupakan suatu rezeki yang tingkatannya paling tinggi di antara rezeki Allah yang lain.
Hal tersebut berdasarkan dari peryataan ulama besar asal Mesir, Syekh As-Sya'rawi. Mengutip perkataan Syekh As-Sya'rawi, berikut tingkatan rezeki:
المَالُ هُوَ أَدْنَى دَرَجَاتِ الرِّزْقِ
و العَافِيَةُ أَعْلَى دَرَجَاتِ الرِّزْقِ
و صَلَاحُ الأَبْنَاءِ أَفْضَلُ أنْوَاعِ الرِّزْقِ
و رِضَا رَبِّ العَالَمِينَ فَهُوَ تَمَامُ الرِّزْقِ
Artinya:
- Harta (Maal), adalah rejeki yang paling rendah
- Afiyah (sehat lahir batin), adalah rejeki yang paling tinggi
- Anak-anak yang salih (shalihu abna) adalah rejeki yang paling utama
- Mendapat rida Allah (rida rabbul 'alamin) adalah rejeki yang paling sempurna.
2. Rezeki Allah Luas Allah menurunkan rezeki kepada hamba-Nya yang berusaha mencarinya. Rezeki yang Allah turunkan tidak hanya berada di satu titik tertentu saja, tapi di segala penjuru dunia jika kita memiliki ikhtiar untuk mendapatkannya. Sebagaimana firman-Nya dalam surat Al-Mulk ayat 15:
هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ ذَلُولًا فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِنْ رِزْقِهِ ۖ وَإِلَيْهِ النُّشُورُ
Artinya: “Dialah yang menjadikan untuk kamu bumi yang mudah dijelajahi, maka jelajahilah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.”
3. IstighfarBeristighfar kepada Allah merupakan salah satu perkara yang paling dicintai dan dengan beristighfar kepada-Nya, selain mendapatkan ampunan juga akan mendatangkan berbagai bentuk rezeki. Sebagaimana firman-Nya dalam surat Nuh ayat 10-12;
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا . يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا . وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا
Artinya: Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.
4. Rezeki Tidak Akan TertukarHal yang perlu dipahamkan dan ditanamkan dalam diri manusia bahwa rezeki tidak akan tertukar. Karena tidak sedikit yang memiliki anggapan seseorang dapat menghalangi rezeki terutama dalam persaingan berniaga. Rasulullah SAW bersabda:
كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلاَئِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ
Artinya: “Allah telah mencatat takdir setiap makhluk sebelum 50 ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.” (HR Muslim).
5. Sedekah Buka Pintu Rezeki AllahSedekah merupakan suatu amalan yang dicintai Allah. Maka dari itu, seberapa pun harta yang kita keluarkan untuk sedekah, Allah akan kembalikan dengan jumlah berkali lipat dan disertai pahala. Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 245:
مَنۡ ذَا الَّذِىۡ يُقۡرِضُ اللّٰهَ قَرۡضًا حَسَنًا فَيُضٰعِفَهٗ لَهٗۤ اَضۡعَافًا کَثِيۡرَةً ؕ وَاللّٰهُ يَقۡبِضُ وَيَبۡصُۜطُ ۖ وَ اِلَيۡهِ تُرۡجَعُوۡنَ
Artinya: Barang siapa meminjami Allah dengan pinjaman yang baik, maka Allah melipatgandakan ganti kepadanya dengan banyak. Allah menahan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan.
Baca Juga: Syarat Sah Berwudhu dengan Usap Sepatu, Ini Penjelasan Buya Yahya(zhd)