Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 27 Mei 2026
home masjid detail berita

5 Tema Khutbah Jumat: Bekerja Keras dengan Niat Ibadah

Andi Muhammad Jum'at, 09 Desember 2022 - 05:05 WIB
5 Tema Khutbah Jumat: Bekerja Keras dengan Niat Ibadah
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
LANGIT7.ID, Jakarta - Setiap pekerjaan yang kita lakoni pasti memiliki tantangan atau kesulitan tersendiri. Kadang kala pasti ada keluhan di sela-sela menghadapi kesibukan, meski begitu kita harus tetap semangat mencari rezeki Allah terlebih yang sudah berkularga.

Memenuhi nafkah keluarga merupakan sebuah kewajiban bagi kepala rumah tangga. Tak luput mencari pundi-pundi uang harus bersumber di jalan yang halal. Seperti yang tertuang dalam hadis berikut:

وقد قال صلى الله عليه و سلم ما أنفقه الرجل على أهله فهو صدقة وإن الرجل ليؤجر في اللقمة يرفعها إلى في امرأته

Artinya: “Rasulullah SAW bersabda, nafkah yang diberikan seorang kepala rumah tangga kepada keluarganya bernilai sedekah. Sungguh, seseorang diberi ganjaran karena meski sesuap nasi yang dia masukkan ke dalam mulut keluarganya." (HR Muttafaq alaih).

Baca Juga: 5 Tema Khutbah Jumat: Peringatan Azab Allah kepada Kaum LGBT

Oleh karena itu, Langit7.id membuat lima tema khutbah tentang bekerja keras untuk keluarga yang bisa dibawakan khatib kepada para jamaah. Berikut ulasannya:

1. Pahala Besar Disertai Rasa Ikhlas

Setiap kewajiban yang dilakukan akan menuai pahala besar. Oleh karena itu, menafkahi keluarga dengan ikhlas akan mendapatkan ganjaran pahala yang sangat besar dari Allah SWT. Meski seberat apapun situasi dalam pekerjaan, sebaiknya kita lakukan dengan ikhlas untuk keluarga dan niatkan karena Allah.

Sebagaimana tertuang dalam hadis shahih, dari Sa’ad bin Abi Waqqash, Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّكَ لَنْ تُنْفِقَ نَفَقَةً تَبْتَغِى بِهَا وَجْهَ اللَّهِ إِلاَّ أُجِرْتَ عَلَيْهَا ، حَتَّى مَا تَجْعَلُ فِى فِى امْرَأَتِكَ

“Sungguh tidaklah engkau menginfakkan nafkah (harta) dengan tujuan mengharapkan (melihat) wajah Allah (pada hari kiamat nanti) kecuali kamu akan mendapatkan ganjaran pahala (yang besar), sampai pun makanan yang kamu berikan kepada istrimu.” (HR Bukhari nomor 56).

2. Ditingkatkan Derajatnya di Akhirat Kelak

Seorang tulang punggung keluarga yang taat dengan perintah Allah akan ditinggikan tingkat derajatnya di akhirat kelak bersama dengan Rasulullah SAW. Karena itu, sebagai penafkah keluarga kita harus terus berjuang demi keluarga tercinta dan menyampingkan keluhan beratnya tanggung jawab pekerjaan sekaligus nafkah keluarga yang dilakoni bersamaan.

Berikut redaksi hadis yang menyatakan hal tersebut:

وقال صلى الله عليه و سلم من حسنت صلاته وكثر عياله وقل ماله ولم يغتب المسلمين كان معي في الجنة كهاتين

Artinya: “Rasulullah SAW bersabda, ‘Siapa saja yang baik salatnya, banyak keluarganya, sedikit hartanya, dan tidak melakukan ghibah terhadap umat Islam, kelak ia bersamaku di surga seperti dua ini (sambil mengisyaratkan dua jari),’” (HR Abu Ya’la dari sahabat Abu Said Al-Khudri).

3. Jaminan Surga

Selain ditingkatkan derajatnya, tulang punggung keluarga yang terus ikhlas berusaha menghidupkan anggota keluarganya di jalan Allan akan dijamin surga. Nabi SAW bersabda yang artinya:

"Dari sekian dosa terdapat jenis dosa yang tidak dapat ditebus kecuali dengan kebimbangan untuk mencari penghidupan (keluarga),” (HR At-Thabarani, Abu Nu’aim, dan Al-Khatib).

4. Nafkah Termasuk Sedekah

Menafkahi keluarga ternyata juga masuk dalam konteks sedekah. Selain mendapatkan pahala dari segi menafkahi keluarga, adapun ganjaran pahala sedekah yang didapatkan. Banyak keutaman-keutamaan dari bersedakah di antaranya yakni dilipatgandakan rezekinya oleh Allah SWT seperti yang tertuang dalam surat Al-Hadid ayat 18, yang artinya:

"Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, akan dilipatgandakan (balasannya) bagi mereka; dan mereka akan mendapat pahala yang mulia."

Berikut hadis tentang memberi nafkah termasuk sedekah, Rasulullah SAW bersabda:

مَا أَطْعَمْتَ نَفْسَكَ فَهُوَ لَكَ صَدَقَةٌ وَمَا أَطْعَمْتَ وَلَدَكَ فَهُوَ لَكَ صَدَقَةٌ وَمَا أَطْعَمْتَ زَوْجَتَكَ فَهُوَ لَكَ صَدَقَةٌ وَمَا أَطْعَمْتَ خَادِمَكَ فَهُوَ لَكَ صَدَقَةٌ

“Harta yang dikeluarkan sebagai makanan untukmu dinilai sebagai sedekah untukmu. Begitu pula makanan yang engkau beri pada anakmu, itu pun dinilai sedekah. Begitu juga makanan yang engkau beri pada istrimu, itu pun bernilai sedekah untukmu. Juga makanan yang engkau beri pada pembantumu, itu juga termasuk sedekah” (HR Ahmad).

5. Jihad Fisabilillah

Jihad Fisabilillah merupakan jihad di jalan Allah. Orang yang menafkahi kelurganya dapat tergolong demikian. Hal ini dipertegas dalam sebuah hadis. Berikut redaksi hadisnya:

ن كَعْبُ بنُ عُجْرَة: "أنَّه مر على النبي صلى الله عليه وسلم رجلٌ، فرأى أصحابُ رسول الله صلى الله عليه وسلم من جَلَدِه ونشاطِه، فقالوا: يا رسول الله، لو كان هذا في سبيلِ الله، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (إن كان خرجَ يسعى على وَلَدِه صِغارًا، فهو في سبيل الله، وإن كان خرج يسعى على أبوين شيخين كبيرين، فهو في سبيل الله،

Dari Kaab bin Ujrah, seorang sahabat pernah berpapasan dengan Nabi SAW, lalu para sahabat juga turut menyaksikan sahabat tadi yang warna kulitnya legam dan sangat rajin, mereka pun berkata, “Wahai Rasululullah, seandainya (pria semacam ini) ikut berjihad: Lalu Rasulullah SAW menimpali, jika dia keluar rumah untuk menafkahi anaknya yang kecil dia (jihad) di jalan Allah, jika dia keluar untuk menafkah dua orang tuanya yang sudah renta, dia di jalan Allah.” (HR Ath Thabrani).

Baca Juga: Pemuda Asal Nias Masuk Islam Setelah Dengar Khutbah Jumat

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 27 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)