LANGIT7.ID, Jakarta - Abdul Aziz Laia menjadi salah satu sosok muallaf asal Nias, Sumatera Utara yang bersyahadat dan menjalani kehidupan sebagai seorang muslim. Dia memeluk agama Islam di tahun 2002.
"Perkenalkan nama saya Abdul Azis Abdul Aziz, sebuah nama yang menggambarkan rida Allah Ta'ala ketika saya bersyahadat di tahun 2002. Saya Lahir di Desa Ambuka, Kabupaten Nias, Sumatera Utara," kata Aziz dalam tayangan YouTube Ngaji Cerdas, dikutip Kamis (1/12/2022).
Aziz mengatakan, setelah menjadi seorang muslim di tahun 2002 dia mengaku tidak pernah memaksa keluarganya untuk memeluk Islam. Kendati demikian, anak pertama dari tujuh bersaudara ini kerap memperlihatkan gerak-geriknya sebagai muslim yang baik.
"Saya anak pertama dari tujuh bersaudara dan keluarga saya sudah mendapatkan hidayah sejak 2013 yang lalu, saat ini sudah ada lima orang menjadi muallaf. Alhamdulillah semuanya itu atas nikmat yang Allah Ta'ala berikan kepada kami semua," ujar Aziz.
Dalam kesempatan in, Aziz juga menceritakan awal mula dirinya tertarik dengan Islam hingga membawa keluarganya menjadi seorang muslim. Meski proses mendapatkan ide Islam ini cukup panjang, akan tetapi Aziz merasa bahagia ketika hati saudaranya mulai terbuka untuk Islam.
Baca Juga: Kisah Unik dan Menarik, Perjalanan Misionaris Berakhir jadi Mualaf"Cukup panjang tapi saya tidak pernah memaksa, mereka hanya melihat bagaimana gerak-gerik saya, bagaimana perilaku saya. Dan akhirnya juga sontak hatinya terenyuh untuk masuk agama Islam," ujarnya.
Aziz menuturkan bahwa proses menjadi seorang muslim itu bermula dari kegundahan hatinya yang ingin mengetahui tentang agama Islam itu sendiri. Hal tersebut saat Aziz masih berada di karantina untuk dididik dalam agama Katolik.
"Saat itu saya pernah ngomong kepada pastor senior, seandainya saya nanti keluar dari agama ini bagaimana? Pastor itu menjawab bahwa hal itu menjadi urusan anda, kalau seandainya masuk Islam jangan main-main agama. Jangan keluar lagi karena ada orang yang masuk Islam lalu keluar lagi, itu tidak boleh katanya," kata Aziz.
Menurut dia, jawaban pastor asal Jerman itulah yang hingga kini dijadikan sebagai pegangannya. Kemudian, saat masih menjadi Katolik Aziz pernah bertanya terkait Yesus yang secara tiba-tiba di salib. "Kenapa Yesus kemudian di salib, padahal tadinya kan dia seorang yang dicintai sampai dia punya murid. Kok dia tidak bisa dilindungi," ujarnya.
Menurut Aziz, pertanyaan-pertanyaan itu kemudian tidak ada jawaban bahkan hingga Aziz bersekolah di SMP Negeri 2, dia masih bertanya kenapa Yesus yang bagi umat Islam adalah Nabi Isa As kenapa tiba-tiba menjadi Tuhan.
"Bahkan dia ketika di coba oleh iblis itu maka dia tidak bisa untuk membela diri, lalu kemudian tiba-tiba dia tadi mati. Coba kita lebih merenung, kalau seandainya di angkat bagaimana itu bisa tiba-tiba Tuhan menjadikannya sebagai Tuhan," katanya.
Baca Juga: Hikmah Syiar Islam di Piala Dunia Qatar, Satu Keluarga Asal Brasil BersyahadatKetidaksesuaian dengan hal-hal tersebutlah yang membuat Aziz secara diam-diam mengikuti khutbah Jumat. Dari ceramah-ceramah dan khutbah itulah dia menemukan bahwa Islam menjelaskan apa yang dia pelajari di Katolik.
Setelah menjadi seorang muslim di tahun 2002, Aziz berdomisili di Kota Tangerang Selatan dan tinggal selama kurang lebih 12 tahun. Kini Aziz tengah fokus dalam dunia dakwah dan aktif mengisi ceramah.
"Dan saat ini saya juga menjadi seorang founders atau pendiri utama Yayasan Peduli Mualaf Yatim Dhuafa Nias di Kota Tangerang Selatan. Saat ini saya memang fokus untuk membawa, memerjuangkan, dan memerdekakan anak-anak Nias," katanya.
Putra-putri ini adalah mereka yang dijemput dari Nias kemudian dititipkan di beberapa Pondok Pesantren, terutama dititipkan di Pondok Pesantren Mualaf An Naba Center dan lainnya.
(zhd)