LANGIT7.ID, Jakarta - Ada kisah menarik dari seorang mualaf bernama Puji Suwarni. Berawal mengemban tugas untuk menyebar agama Kristen, perjalanannya sebagai misionaris berakhir ketika berikrar dua kalimat syahadat.
Sedari kecil Puji aktif mengikuti kegiatan keagamaan di gereja. Beranjak remaja, dia pun didapuk sebagai
song leader atau pemimpin nyanyian pujian yang dilakukan oleh jamaat. Kemudian Puji akhirnya aktif sebagai misionaris di daerah Madiun.
Dalam sesi wawancara di kanal Hidayatullah, Puji mengaku setelah lulus SMA, dia sempat hijrah ke Surabaya bersama kakaknya dan tetap berperan sebagai misionaris. Puji akhirnya mendapatkan sebuah pekerjaan.
Baca Juga: Berawal dari Pura-pura, Dedi Ibrahim Kini Nyaman jadi Muslim"Di mana pun saya berada saya tetap mencari Tuhan saya, jadi ibadah tuh bagi saya nomor satu, kebutuhan," kata Puji, dikutip Ahad (27/11/2022).
Dia mengungkapkan, sebagai seorang misionaris dirinya memiliki banyak pengikut, terutama jemaat laki-laki. Dia menargetkan pengikutnya yang jauh dari tuhan, sebab itu Puji akan dengan mudah membawa pengikutnya untuk dekat kepada agamanya yang dahulu.
Singkat cerita, Puji pun ditugaskan dari pekerjaannya ke Surabaya Timur. Dari sinilah awal mula Puji tertarik dengan agama Islam. Dia menceritakan ketika itu sempat tinggal di sebuah kosan milik sosok Ibu paruh baya yang merupakan mertuanya kini.
Saat itu, sang ibu kos bercerita ke Puji perihal anak lelaki nya yang kini merupakan suami Puji. Kala itu si Ibu bingung dengan kelakuan putranya yang nakal, sebab hal tersebut Puji pun merasa tertantang untuk menarik putra si Ibu kos mengenal agama Kristen.
Baca Juga: Nely Putuskan Bersyahadat Setelah 4 Tahun Nikah Beda AgamaSlamet, putra dari sang Ibu kos yang sekarang merupakan suami Puji memiliki keyakinan yang kuat terhadap agama Islam sehingga Puji pun tak mampu mengajaknya berpindah agama. Alih-alih mengajak orang terjun ke agama lamanya, Puji justru tertarik memahami Islam.
"Misionaris itu kan untuk dekat dengan tuhan dan tidak bisa dengan tuhan ini (tuhan Puji dahulu) dia punya tuhan sendiri. Jadi aku tambah tertantang ke tuhannya dia," ujarnya.
Puji menuturkan, atas dasar rasa tantangan dan penasaran, dia akhirnya membantu Slamet untuk kembali ke jalan Allah SWT yang mana hal tersebut membawa Puji jauh mendalami Islam dan memutuskan menikah dan hijrah bersama.
"Imannya dia kuat, jadi penasaran saya itu. Saya tinggal mutasi kerja di Madiun dia ngikuti, tapi dia tidak mau tinggalkan tuhannya, jadi saya penasaran tuhannya seperti apa," kata Puji.
Baca Juga: Kisah Mualaf David Sinatra, Berawal Benci Islam Berubah jadi Cinta(zhd)