alexametrics
Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 26 November 2022
home sosok muslim detail berita

Berawal dari Pura-pura, Dedi Ibrahim Kini Nyaman jadi Muslim

hasanah syakim Rabu, 23 November 2022 - 07:00 WIB
Berawal dari Pura-pura, Dedi Ibrahim Kini Nyaman jadi Muslim
Berawal dari Pura-pura, Dedi Ibrahim Kini Nyaman jadi Muslim. Foto: Istimewa.
LANGIT7.ID, Jakarta - Lu Cin Fui atau Dedi Ibrahim merupakan seorang pria asal Kota Pontianak, Kalimantan Barat yang memutuskan menjadi seorang muslim. Dedi turut menceritakan kisah perjalanan hidupnya menjadi muslim yang bermula pura-pura muslim, hanya untuk menghindari gangguan.

"Perkenalkan nama asli saya Lu Cin Fui tetapi setelah memutuskan menjadi muallaf, nama saya menjadi Dedi Ibrahim. Saya lahir dari Kota Pontianak kemudian besar dan sekolah di Ketapang," kata Dedi dalam tayangan YouTube Ngaji Cerdas, dikutip Rabu (23/11/2022).

Saat ini Dedi sehari-hari bekerja sebagai ojek online setelah sekitar delapan tahun dia kerja di salah satu tempat sablon di wilayah Ibu Kota. Kemudian selama tiga tahun bekerja di tempat lain hingga akhirnya memilih untuk menjadi driver ojek online.

Baca Juga: Nely Putuskan Bersyahadat Setelah 4 Tahun Nikah Beda Agama

"Kenapa harus memilih Islam, karena sebelum saya menjadi Islam saya ikut ke gereja untuk sembahyang. Kemudian ke Vihara, saya sudah mencoba semua tapi saya tidak menemukan Tuhan. Rasa nyaman di hati yang bikin setelah saya memilih Islam setelah," ujarnya.

Dedi mengatakan, saat dirinya benar-benar menekuni Islam dirinya merasa bahwa apa yang dicari selama ini dia temukan di Islam. Hal itulah yang akhirnya mendorong dirinya untuk memiliki Islam sebagai agamanya.

"Saat saya menekuni Islam, ternyata saya menemukan Allah, jadi saya memutuskan untuk benar-benar memilih Islam sebagai agama saya," tutur Dedi.

Selain itu, hal yang mendorongnya untuk memilih Islam awalnya karena dia mendapatkan perlakuan tidak baik dari lingkungan sekitar, salah satunya karena Dedi merupakan seorang dari keturunan Tionghoa. Dari kejadian itulah akhirnya membuat dia menemukan jalan untuk menjadi seorang muslim.

"Seperti kebiasaan kami menyetel musik Mandarin, lalu diperlakukan enggak baik dari lingkungan sekitar. Rumah selalu dilempar pakai batu dan listrik kami sering dimatikan, dan di kata-katain China," tuturnya.

Kejadian-kejadian itu akhirnya membuat dia berpikir bagaimana caranya agar tidak diperlakukan seperti itu lagi. Sehingga tanpa sepengetahuan keluarga, dirinya mencoba berbaur dengan mereka dan berpura-pura sebagai muslim agar tidak terjadi lagi hal yang tak mengenakan tadi.

Baca Juga: Anggap Islam sebagai Alien, Chris Skellorn Kini jadi Mualaf

"Saya dari kecil tinggal di Pontianak terus memutuskan untuk pindah ke Ketapang dengan ibu dan ketiga saudara saya. Ibu saya single parents dari saya masih kecil, akhirnya kami tinggal di Ketapang berani untuk merantau ke sana," ujar Dedi.

Menurut Dedi, awalnya dia hanya pura-pura menjadi muslim dan niatnya hanya untuk menolong keluarga dengan pengorbanannya, tanpa sepegetahuan dari keluarganya.

"Waktu itu umur saya masih sekitar 12 tahunan kelas lima SD yang sebenarnya enggak enak juga, karena saya mempermainkan agama. Awalnya terpaksa tapi akhirnya saat saya menjalani ternyata dari situlah menemukan Tuhan Allah," ujarnya.

Dari sanalah awal mula Dedi meyakinkan dirinnya sendiri. Sebab kata Dedi, banyak hal-hal yang dia alami bagi kehidupannya. Kemudian, akhirnya dia benar-benar meyakinkan hatinya sebagai muslim, dan butuh waktu sekitar satu tahun untuk dirinya meyakinkan atas pilihannya.

"Kalau proses buat meyakinkan diri untuk benar-benar menjadi muslim itu butuh waktu satu tahun, saya muallafanya di Masjid Al-Falah di Ketapang, Kalimantan Barat," tuturnya.

Lebih lanjut, Dedi juga menyebutkan sosok yang selama ini selalu mendorongnya untuk tetap pada pilihannya, ialah kakek angkat sekaligus guru yang berjasa di hidupnya. "Jadi orang yang benar-benar berjasa di hidup saya, mendorong dan meyakinkan saya kalau Islam itu agama yang benar," katanya.

Baca Juga: Kisah Mualaf David Sinatra, Berawal Benci Islam Berubah jadi Cinta

Dedi juga menyebut, kakek angkatnya itu juga kerap mengajarinya bagaimana cara salat yang baik dan benar, kemudian mengajarinya tentang Islam hingga akhirnya menjadi seorang muallaf dari tahun 2003. Selama delapan tahun dia belajar dan berharap selalu ada kesempatan untuk terus belajar.

"Mudah-mudahan nanti saya dapat waktu untuk belajar di desa lebih lagi dan mendalami Islam, dan hal yang membuat saya yakin lagi dengan Islam adalah setelah saya ngaji, salat, puasa, dan segala macam," ujar Dedi.

Dia mengaku, setelah menjadi seorang muslim dia merasa ada perbedaan yang dirasakan. Dia menjadi lebih tenang serta menemukan dirinya sendiri dan dirinya juga merasa ketika berpura-pura justru membuat hatinya menjadi tidak enak.

"Di hati saya sempat bahkan dalam salat saya sering do'a, ya Tuhan jujur saya dalam ketimpangan. Apakah Tuhan itu ada, kalau memang Tuhan itu ada tolong tunjukan ke saya lewat apapun," katanya.

Menurut dia, pengalaman berat pasti semua orang pasti mengalaminya, termasuk dirinya. Pilihannya untuk menjadi muslim juga membuat keluarganya merasa kecewa, dia dinilai sudah mencoreng nama baik keluarga dengan cara berpindah agama.

"Pasti semua rata-rata yang statusnya kayak saya pasti mengalami hal yang sama, dari keluarga karena menurut mereka pindah keyakinan itu lebih mencoreng nama baik keluarga," ujarnya.

Kendati demikian, untuk bersyahadat dan memutuskan untuk menjadi seorang muslim adalah pilihannya, sehingga apapun yang terjadi dengannya dia terima. Ia berharap, ke depan bisa tetap menjalani kehidupan sebagai muslim dengan baik.

Baca Juga: Guru Bangsa Itu Telah Berpulang: Catatan Murid KH Aceng Zakaria

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
right-1 (Desktop - langit7.id)
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 26 November 2022
Imsak
03:56
Shubuh
04:06
Dhuhur
11:43
Ashar
15:07
Maghrib
17:56
Isya
19:10
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan