LANGIT7.ID, Jakarta - Seiring berjalannya waktu, banyak orang yang mendapatkan hidayah dari Allah SWT hingga akhirnya memutuskan untuk berikrar dua kalimat syahadat. Seperti yang dilakukan oleh mualaf mantan penganut Katolik, David Sinatra.
Dalam sesi wawancara di Youtube Hidayatullah TV, David mengaku berawal dari kebencian terhadap Islam hingga membuat dirinya penasaran akan ajaran Allah SWT. Terlebih David juga memiliki cita-cita sebagai pendeta hingga dirinya tak aktif dalam kegiatan di gereja.
"Peristiwa 9/11 (
World Trade Center Amerika) saya lihat, kok Islam kerjaannya
ngebom-ngebom pikiran saya waktu itu," kata David, dikutip Ahad (20/11/2022).
Baca Juga: Rapper Wanita Asal Prancis Jemput Hidayah Allah dengan Cara IniDia menyatakan bahwa sebelumnya sempat bertanya kepada teman-teman muslimnya tentang agama Islam. Saat itu mereka memberi tahu David bahwa Islam memiliki kitab suci Al-Qur'an sebagai penyempurna kitab-kitab yang turun sebelum Nabi Muhammad SAW.
Meski demikian, dia memiliki tanda tanya besar dalam pikirannya yang seharusnya Islam sebagai agama yang sempurna karena adanya Al-Qur'an sebagai kitab penutup. Dia pun mulai mencari buku tentang agama Islam untuk di baca lantaran tindakan narasi radikalisme yang kerap muncul di media massa.
Uniknya dia menemukan buku karya pembaharu Islam, yakni Syekh Muhammad Abduh. David pun tertarik akan satu statement yang tertulis di buku tersebut, yakni '
al islamu mahjubun bil muslimin' yang bermakna cahaya keindahan Islam tertutupi oleh perilaku buruk umat Islam itu sendiri yang sama sekali tidak mencerminkan ajaran Islam.
"Ketika saya ke Gramedia buka Al-Qur'an terjemahan aku buka ngawur, ada terbuka waktu itu Qur'an surat Ar-Rum ayat ke 30-31. Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Islam karena sesuai dengan fitrah Allah disebabkan diciptakannya manusia menurut fitrah itu ciptaan Allah tidak berubah," ujarnya dengan tegas.
Baca Juga: Kisah Cardilli, Dubes Italia di Arab Saudi Putuskan jadi MuslimKarena peristiwa tersebut David kian tertarik sebab beranggapan momentum itu sangat menjawab sedikit rasa penasarannya. Akan tetapi dia menyangkal pesan dari Allah itu hingga membuatnya kembali berstigma negatif tentang Islam yang kerap dikaitkan dengan radikalisme.
Singkat cerita, ketika dia tengah memasuki jam istirahat saat bekerja di Hari Jumat. David pun ikut Jumatan sekadar mencari kesejukan ruangan AC di dalam masjid, sebab dia tengah ditugaskan di lapangan dan merasa panasnya terik matahari.
"Ini pertama kali, awalnya saya membenci Islam saya melihat persaudaraan muslim itu kuat sekali. Dari orang ketemu tidak kenal salaman, tersenyum, kan tidak seperti stigma-stigma negatif," jelas David dengan emosional.
Dari sinilah David mulai mendekatkan diri dengan teman-temannya yang muslim dan ingin belajar lebih dalam mengenai Islam. Akhirnya dia pun memantapkan diri untuk mengucapkan dua kalimat syahadat pada bulan Juli 2022 di masjid Cheng Ho, Surabaya, Jawa Timur.
Baca Juga: Kisah Mualaf Pasangan Ateis Temukan Kedamaian dalam Islam(zhd)