Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home sosok muslim detail berita

Kisah Mualaf David Sinatra, Berawal Benci Islam Berubah jadi Cinta

Andi Muhammad Ahad, 20 November 2022 - 09:00 WIB
Kisah Mualaf David Sinatra, Berawal Benci Islam Berubah jadi Cinta
Kisah Mualaf David Sinatra, Berawal Benci Islam Berubah jadi Cinta. Foto: Istimewa.
LANGIT7.ID, Jakarta - Seiring berjalannya waktu, banyak orang yang mendapatkan hidayah dari Allah SWT hingga akhirnya memutuskan untuk berikrar dua kalimat syahadat. Seperti yang dilakukan oleh mualaf mantan penganut Katolik, David Sinatra.

Dalam sesi wawancara di Youtube Hidayatullah TV, David mengaku berawal dari kebencian terhadap Islam hingga membuat dirinya penasaran akan ajaran Allah SWT. Terlebih David juga memiliki cita-cita sebagai pendeta hingga dirinya tak aktif dalam kegiatan di gereja.

"Peristiwa 9/11 (World Trade Center Amerika) saya lihat, kok Islam kerjaannya ngebom-ngebom pikiran saya waktu itu," kata David, dikutip Ahad (20/11/2022).

Baca Juga: Rapper Wanita Asal Prancis Jemput Hidayah Allah dengan Cara Ini

Dia menyatakan bahwa sebelumnya sempat bertanya kepada teman-teman muslimnya tentang agama Islam. Saat itu mereka memberi tahu David bahwa Islam memiliki kitab suci Al-Qur'an sebagai penyempurna kitab-kitab yang turun sebelum Nabi Muhammad SAW.

Meski demikian, dia memiliki tanda tanya besar dalam pikirannya yang seharusnya Islam sebagai agama yang sempurna karena adanya Al-Qur'an sebagai kitab penutup. Dia pun mulai mencari buku tentang agama Islam untuk di baca lantaran tindakan narasi radikalisme yang kerap muncul di media massa.

Uniknya dia menemukan buku karya pembaharu Islam, yakni Syekh Muhammad Abduh. David pun tertarik akan satu statement yang tertulis di buku tersebut, yakni 'al islamu mahjubun bil muslimin' yang bermakna cahaya keindahan Islam tertutupi oleh perilaku buruk umat Islam itu sendiri yang sama sekali tidak mencerminkan ajaran Islam.

"Ketika saya ke Gramedia buka Al-Qur'an terjemahan aku buka ngawur, ada terbuka waktu itu Qur'an surat Ar-Rum ayat ke 30-31. Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Islam karena sesuai dengan fitrah Allah disebabkan diciptakannya manusia menurut fitrah itu ciptaan Allah tidak berubah," ujarnya dengan tegas.

Baca Juga: Kisah Cardilli, Dubes Italia di Arab Saudi Putuskan jadi Muslim

Karena peristiwa tersebut David kian tertarik sebab beranggapan momentum itu sangat menjawab sedikit rasa penasarannya. Akan tetapi dia menyangkal pesan dari Allah itu hingga membuatnya kembali berstigma negatif tentang Islam yang kerap dikaitkan dengan radikalisme.

Singkat cerita, ketika dia tengah memasuki jam istirahat saat bekerja di Hari Jumat. David pun ikut Jumatan sekadar mencari kesejukan ruangan AC di dalam masjid, sebab dia tengah ditugaskan di lapangan dan merasa panasnya terik matahari.

"Ini pertama kali, awalnya saya membenci Islam saya melihat persaudaraan muslim itu kuat sekali. Dari orang ketemu tidak kenal salaman, tersenyum, kan tidak seperti stigma-stigma negatif," jelas David dengan emosional.

Dari sinilah David mulai mendekatkan diri dengan teman-temannya yang muslim dan ingin belajar lebih dalam mengenai Islam. Akhirnya dia pun memantapkan diri untuk mengucapkan dua kalimat syahadat pada bulan Juli 2022 di masjid Cheng Ho, Surabaya, Jawa Timur.

Baca Juga: Kisah Mualaf Pasangan Ateis Temukan Kedamaian dalam Islam

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)