alexametrics
Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 07 Februari 2023
home sosok muslim detail berita

Kisah Cardilli, Dubes Italia di Arab Saudi Putuskan jadi Muslim

hasanah syakim Rabu, 16 November 2022 - 10:00 WIB
Kisah Cardilli, Dubes Italia di Arab Saudi Putuskan jadi Muslim
Kisah Cardilli, Dubes Italia di Arab Saudi Putuskan jadi Muslim. Foto: Istimewa.
LANGIT7.ID, Jakarta - Torquato Cardilli merupakan seorang Duta Besar (Dubes) Italia untuk Arab Saudi menyatakan diri sebagai seorang muslim, pengakuannya itu disampaikan bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-59. Tak hanya publik Italia, masyarakat muslim di negara-negara Eropa pun terkejut mendengar keputusan Cardilli.

Bagi Italia, berita keislaman Cardilla mempunyai nilai kesensitivan dibandingkan negara-negara Eropa lainnya, seperti Jerman, Inggis, dan Prancis yang menganggap biasa apabila terdapat salah satu tokoh publik memeluk ajaran agama Islam.

Hal tersebut karena mengingat Italia merupakan pusat agama Katolik dunia, yakni di Vatikan. Sehingga wajar jika berita keislaman Cardilli dikhawatirkan oleh sejumlah pendeta bahwa keislaman Cardilli akan menjadi preseden buruk bagi negara tersebut terlebih saat ini sentimen terhadap muslim semakin marak.

Baca Juga: Kisah Mualaf Pasangan Ateis Temukan Kedamaian dalam Islam

Akan tetapi sebenarnya diplomat Italia di Arab Saudi yang masuk Islam bukan hanya Cardilli, sebelumnya seorang utusan pemerintahan Roma untuk Arab Saudi juga berpindah keyakinan ke agama Islam. Sebelumnya Mario Scialoja, rekan sejawat Cardilli yang juga pernah menjadi dubes untuk Kerajaan Arab Saudi periode 1994-1995 menyatakan masuk Islam.

Di tahun 2018, Scialoja menjabat sebagai Ketua Pusat Kebudayaan Islam di Italia, selain dua diplomat Italia tersebut ada diplomat lain yang mendapat hidayah saat bertugas di Arab Saudi. Dia adalah Duta Besar Inggris bernama Simon Collins, bahkan Collins sudah pergi ibadah haji bersama istrinya di tahun 2016 atau empat tahun setelah masuk Islam.

Cardilli adalah lulusan Fakultas Studi Bahasa dan Kebudayaan Timur, Universitas Naples, dia ]menghabiskan sebagian karir diplomatiknya di negara-negara Muslim. Hal tersebut dinilai menjadi salah satu alasan kedekatan Cardilli dengan agama Islam.

Cardilli yang fasih berbahasa Arab itu memulai karier diplomatikmya pada tahun 1967. Dia juga pernah ditugaskan sebagai diplomat untuk beberapa negara Timur Tengah di antaranya Sudan, Suriah, Irak, Libya, Tanzania, dan Albania. Kemudian, sejak tahun 2000 dia juga ditunjuk menjadi dubes Italia untuk Arab Saudi.

Baca Juga: Niat Awal jadi Pastor, Arnold Al Gonzaga Putuskan untuk Bersyahadat

Sebelum masuk Islam, pria kelahiran L'Aquila, 24 November 1942 ini dikatahui kerap mengikuti kelas-kelas kajian Islam yang diselenggarakan oleh The Batha Center sebuah instansi yang menangani para calon mualaf.

Direktur The Batha Center, Nouh bin Nasser mengatakan bahwa Cardilli kerap kali mengikuti beberapa kajian Al-Qur'an dan studi mengenai kebudayaan Islam. Selain itu, di lembaga pembinaan muallaf tersebut, Cardilli juga mengutarakan keinginannya untuk masuk Islam dan membaca syahadat di hadapan para pengurus dan anggota The Batha Center.

"Dia membaca syahadat dengan fasih karena memang sudah dikenalnya sejak lama, Cardilli bersyahadat dan memeluk ajaran Islam tepat pada 15 November 2001," kata Nouh dalam tayangan YouTubu Hidayatullah TV, dikutip Rabu (16/11/2022).

Nouh menjelaskan, Cardilli masuk Islam dengan keikhlasan dan kesadarannya tanpa paksaan. "Dia masuk dengan kesadaran sendiri, Islam tak pernah memaksa untuk memeluk Islam," ujar Nouh.

Nouh juga menuturkan, rata-rata tiga hingga empat orang setiap harinya datang ke The Batha center, mereka kemudian menyampaikan keinginannya untuk masuk Islam. Jumlah tersebut kata Nouh meningkat hingga lima orang selama bulan Ramadhan.

Baca Juga: Masjid Cambridge Mualafkan 86 Orang Sejak Januari 2022

Sementara itu, Cardilli menyampaikan kebahagiannya setelah menjadi seorang Muslim, peralihan agama tersebut dia putuskan dengan penuh keyakinan dan tanpa adanya tekanan dari siapapun. Dia juga merasakan kesucian kandungan Al-Qur'an yang kerap dibacanya saat masih memeluk agama Katolik.

"Saya merasa inilah agama yang benar dan lurus, Al-Qur'an sangat menakjubkan dan tak ada yang mampu meragukannya. Isinya benar-benar mengagumkan," kata Cardilli.

Keputusan Cardilli memeluk Islam juga memang menuai kontroversi, baik dari warga Italia maupun Eropa. Akan tetapi pemerintah Italia dan sebagian publik Italia, bisa menerima keputusan Cardilli.

Hal tersebut dibuktikan dengan langkah pemerintah Perdana Menteri Italia saat itu, Silvio Berlusconi yang tetap mempertahankan posisinya sebagai Duta Besar Italia untuk Kerajaan Arab Saudi hingga berakhir masa tugasnya pada 2003.

Baca Juga: Paul Pogba: Islam dan Al Quran Membuka Mata Saya tentang Kehidupan

Setelah tidak bertugas di Arab Saudi, Cardilli kemudian diberi mandat untuk mewakili Italia di Lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB. Dia menjabat sebagai wakil tetap Italia di PBB selama periode 2003-2005. Selepas dari PBB, Cardilli kemudian ditunjuk menjadi Dubes Italia untuk Republik Angola.

Selepas dari Angola, Cardilli ditunjuk menjadi Dubes di negara Afrika bagian barat daya, dia menduduki posisi tersebut hingga Juli tahun 2009. Namun, berbeda dengan kehidupan karirnya sebagai seorang diplomat, selepas memeluk Islam tidak banyak pemberitaan di media-media Italia mengenai kehidupan pribadi maupun kiprahnya.

Terlebih terkait dengan keyakinan baru yang dipelukknya, tidak banyak publik Italia yang mengetahui kiprahnya dalam bidang keagamaan. Saat ini tercatat warga muslim menjadi pemeluk agama terbesar kedua di Italia. Data statistik resmi Italia terakhir, yakni tahun 2005 menyebutkan jumlah Muslim yang tinggal di Italia diperkirakan antara 960 ribu hingga 1,030 juta orang.

Sekitar 40 hingga 60 ribu orang di antaranya merupakan warga negara Italia, peresmian Islamic Center pada tahun 1973 merupakan peristiwa penting bagi terciptanya dialog warga Muslim dan non-Muslim di Italia. Pada tahun 1999, kemudian dibentuk Islamic Council tak kurang dari empat ribu masjid berdiri, termasuk bangunan bekas gereja dan yang terbesar ialah Masjid Agung Roma.

Baca Juga: Berawal Beda Keyakinan dengan Pasangan, Delicia Kini Mantap Berislam

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
right-1 (Desktop - langit7.id)
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 07 Februari 2023
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
12:10
Ashar
15:27
Maghrib
18:20
Isya
19:32
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan