LANGIT7.ID, Jakarta - Allah SWT merupakan Dzat Maha Sempurna, Maha Pemberi petunjuk bagi makhluknya yang sesat. Seperti kisa pira Asal Leeds, Inggris, Chris Skellorn, yang dulu memandang Islam sebagai alien atau makhluk asing kini malah menjadi mualaf.
Chris bahkan menganggap Nabi Muhammad SAW merupakan pembawa agama yang mengancam eksistensi kebudayaan barat. Kebenciannya ini kerap ia ekspresikan di internet.
Melalui akun media sosialnya, Chris menyebarkan hasutan-hasurtn bernada Islamofobia. Tujuannya untuk meyakinkan orang-orang, Islam merupakan virus menakutkan bagi kehidupan modern.
Baca Juga: Kisah Mualaf David Sinatra, Berawal Benci Islam Berubah jadi CintaChris juga mudah terpengaruh berbagai pemberitaan terkait terorisme yang kerap kali disangkutpautkan dengan Islam. Sebagai contoh, serangan teroris di London pada 7 Juli 2005, di mana para pelakunya dicap sebagai kelompok teroris Islamis.
Salah satu faktor yang membuat Chris benci Islam karena memiliki pengalaman buruk ketika masih muda. Saat menjadi siswa SMA, ia korban perundungan (
bullying) dari anak-anak keturunan Pakistan yang satu sekolah dengannya.
Berkali-kali, Chris menerima pukulan dari mereka hingga membuatnya trauma. Hingga saat ia lulus SMA, Chris makin menganggap orang Islam adalah musuh yang harus dimusnahkan.
Baca Juga: Dikabarkan Mualaf, Daniel Mananta Ungkap Alasan Sowan ke UASMenurut Chris, Islam hanyalah pendatang yang tak pantas ada di Inggris. Beranjak kuliah, Chris diajak seorang temannya untuk bergabung dengan gerakan Liga Pertahanan Inggris (
English Defence League).
Organisasi tersebut merupakan paham politik sayap-kanan ekstrim yang ideologinya adalah Islamofobia. Sejak bergabung dengan organisasi ini, Chris makin membenci Islam dan aktif dalam unjuk rasa anti-Islam.
Sejak bergabung dengan organisasi itu kehidupan Chris berubah. Ia mulai menyukai minuman keras hingga mabuk bahkan mengonsumsi narkoba. Komunikasinya dengan orang tua pun memburuk.
Baca Juga: Rapper Wanita Asal Prancis Jemput Hidayah Allah dengan Cara Ini"Awalnya aku tidak tahu bahwa itu
English Defence League sebuah organisasi. Ku pikir aku hanya berkumpul dengan orang-orang sepemikiran denganku mengenai masalah besar yang dihadapi kita semua, yakni Islam," kata Chris dalam tayangan di Youtube Hidayatullah TV, dikutip Senin (21/11/2022).
Saat Chris turun untuk ikut demonstrasi di Leeds, Chris ikut dengan kawan-kawannya membicarakan isi orasi yang hendak disampaikan saat aksi.
Spanduk yang dikibarkan harus memuat pesan anti-Islam yang kuat. Ia mengaku sangat antusias layaknya menonton ppertandingan sepak bola di stadion.
Dua tahun berlalu, kebencian Chris terhadap Islam tak juga menipis. Ia selalu mengira Islam seharusnya dipeluk oleh orang non-Eropa saja.
Baca Juga: Kisah Cardilli, Dubes Italia di Arab Saudi Putuskan jadi MuslimPetunjuk Allah SWT pun seakan menuntun Chris. Ia akhirnya mengetahui Muslim bukan identik dengan kebangsaan tertentu. Seperti Arab yang ternyata tidak selalu Islam dan ada pemeluk Inggrisnya.
"Islam adalah agama yang mengatasi golongan etnis, kebangsaan, ras, atau warna kulit. Selama dua tahun di sana English Defence League, aku hanya menerima apa kata orang. Aku belum sampai pada kesadaran, sesungguhnya banyak yang tidak kupahami tentang Islam," ucapnya.
Hingga pada tahun ketiga Chris masih menjadi simpatisan Islamofobia. Namun, ia mulai memertanyakan sejumlah ideologi tentang
English Defence League. Chris pun perlahan menjauh dari berbagai aktivitas English Defence League. Ia justru aktif menjelajah internet untuk menemukan sumber pengetahuian tentang Islam.
Bahkan Chris mengunjungi toko buku untuk mendapatkan informasi tentang ajaran agama tauhid ini, termasuk Mushaf Al Quran berisi terjemahan dan kisah-kisah Nabi Muhammad SAW.
Hingga pada 2010, Chris tertarik untuk memelajari Islam secara mandiri. Namun, dirinya masih mengidap kecanduan dengan narkoba dan miras. Hal itu menghalanginya untuk belajar dengan sungguh-sungguh.
Baca Juga: Kisah Mualaf Pasangan Ateis Temukan Kedamaian dalam IslamSayangnya, pada 2015 dirinya terperosok lagi pada paham Islamofobia. Pada 7 Januari 2015 di Paris, Prancis, terjadi penembakan terhadap sejumlah editor Charlie Hebdo. Kejadian itu karena kegusaran terhadap karikatur Nabi Muhammad SAW yang dibuat media massa satir tersebut.
Namun, hidayah Allah justru makin menerangi hatinya. Chris menemukan sebuah video di YouTube mengenai status Yesus (Nabi Isa). Tayangan itu menunjukkan Isa bukan anak Tuhan, melaikan utusan-Nya.
Tayangan itu menyenangkan hatinya karena sejak kecil ia ditanamkan ajaran tersebut. Hingga pada suatu saat di malam hari, Chris pulang menuju rumahnya menunjukkan tayangan tersebut kepada sopir taksi yang ternyata seorang Muslim.
Menanggapi cerita Chris, pengemudi itu menyatakan, Islam mengajarkan Isa utusan Allah. Tuhan tidak beranak, tak pula diperanakkan.
"Begitu tahu dia (sopir taksi) adalah orang Islam, langsung aku katakan, 'Kamu Muslim, kamu teroris!' Tidak disangka, dia tersenyum saja mendengar perkataanku," ujar Chris.
Baca Juga: Niat Awal jadi Pastor, Arnold Al Gonzaga Putuskan untuk BersyahadatSesampainya di depan rumah, saat Chris turun dari taksi, sang sopir dengan tenang mengatakan kepada Chris, "Coba anda tonton hingga tuntas video itu."
Chris terpanggil untuk menuntaskan tayangan tersebut. Ia mengaku seolah hatinya menuntun untuk mencari kebenaran.
Chris Skellorn akhirnya mengikuti kajian yang diselenggarakan saluran Youtube itu. Ia pun yakin dengan kebenaran Islam. Rasulullah Muhammad SAW adalah nabi terakhir. Risalah yang dibawa berlaku hingga akhir zaman kepada seluruh umat manusia.
Suatu hari, Chris merekam dirinya sedang berlatih melafalkan dua kalimat syahadat dalam bahasa Arab. Video itu kemudian disebarluaskan oleh seorang kawannya, aktivis English Defence League.
Saat itu, Chris masih malu mengakuinya dan beberapa kali menyatakan video tersebut editan. Bahkan ia menegaskan, dirinya bukan seorang Muslim.
Kian lama, ia sadar dan yakin untuk memelajari Islam. Tanpa disadari, kebiasaan buruknya pun ditinggalkan seperti mabuk-mabukkan dan mengonsumsi narkoba. Tanpa ragu dengan penuh kesadaran Chris memutuskan masuk Islam dan bersyahadat di Masjid Raya Leeds, Inggris.
Baca Juga: Masjid Cambridge Mualafkan 86 Orang Sejak Januari 2022(zhd)