Di tengah meningkatnya banjir besar di banyak kota, ajaran Islam kembali dibaca sebagai lensa etis. Tafsir ulama klasik dan kajian ekolog modern sama-sama menunjuk perilaku manusia sebagai biang kerusakan bumi.
Meminta kesabaran dalam doa ternyata tidak dianjurkan dalam Islam, karena secara tidak langsung berarti meminta musibah berlanjut. Sebaliknya, Rasulullah mengajarkan untuk meminta keselamatan (afiyah) kepada Allah. Meski kesabaran bernilai tinggi, yang lebih utama adalah memohon pertolongan Allah saat menghadapi ujian.
Musim hujan telah tiba hingga menyebabkan musibah banjir di beberapa daerah di Indonesia. Di antaranya di Sukabumi (Jawa Barat), Malang (Jawa Timur) dan daerah lainnya
Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, Prof Dr Nasaruddin Umar, menjelaskan, penderitaan merupakan salah satu ujian kenaikan kelas seorang hamba di sisi Allah SWT.
Bersabar adalah salah satu tugas orang beriman saat ditimpa musibah. Melalui kesabaran, Allah SWT akan memberikan pahal dan solusi terbaik atas musibah yang dialami.
Kepala BMKG RI, Dwikorita Karnawari menjelaskan peringatan dini tsunami diakhiri berdasarkan proses permodelan dan pengamatan pada area yang terdampak oleh gempa.
Sekretaris Umum Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. Okrisal Eka Putra, mengungkapkan, musibah berupa bencana alam merupakan cara Allah memanggil manusia untuk mendekat kepada-Nya.