Dari peristiwa bencana alam ini banyak masyarakat kehilangan bangunan rumah serta harta benda milikinya. Kendati demikian, di saat banyak bangunan yang rusak, beberapa kali kerap ditemukan bangunan masjid yang masih kokoh berdiri meski di terjang goncangan.
Direktur Jenderal Perumahan Iwan Suprijanto mengatakan, pemerintah daerah telah menyiapkan lahan relokasi seluas 2,5 hektare yang dapat dibangun sebanyak 200 unit RISHA di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku.
Panjang patahan ini sekitar sembilan kilometer. Adapun radius berbahaya kiri dan kanannya 300-500 meter. Zona berbahaya direkomendasikan relokasi mencapai 8,09 kilometer persegi dengan total 1.800 rumah tinggal.
Umat Islam harus menyikapi musibah dengan berprasangka baik ke Allah SWT. Dia berharap para penyintas bencana tak selalu bersuudzan atas apa yang menimpanya.
Umat manusia bisa memanfaatkan sumber daya alam (SDA) di bumi. Namun, pengelolaannya mesti dilakukan dengan tauhid sebagai upaya mitigasi bencana secara Islami.
Banyaknya musibah yang terjadi di beberapa daerah Indonesia pads akhir tahun 2022. Bencana alam tersebut sebaiknya menjadi bahan renungan bagi kaum muslimin.
Islam mengungkapkan fakta bahwa setiap takdir, termasuk musibah yang menimpa manusia telah ditetapkan Allah SWT 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.
Salah satu warga Kampung Karamat, Didin Alamsyah, tak sadarkan diri karena tertimpa reruntuhan bangunan rumahnya. Didin di evakuasi oleh tim menuju ke pos kesehatan untuk mendapat penanganan pertama sebelum di bawa ke rumah sakit.
Musibah bukan berarti hukuman yang diberikan Allah Ta'ala kepada suatu kaum. Lewat musibah tersebut Rabb ingin memberikan pujian dan rahmat kebaikan-Nya.
Kalimat 'Innaalillahi wa Innaa Ilaihi Raaji'uun' adalah kalimat istirja. Ucapan ini bukan cuma seruan saat mendengar kabar duka, tapi punya arti banyak hal.
Dia turut berterimakasih kepada seluruh pihak yang terlibat baik penggalang maupun pendonasi. Tak luput mendoakan agar harta yang dihibahkan menjadi pembuka pintu rezeki berlipatganda.