LANGIT7.ID, Jakarta - Kalimat 'Innaalillahi wa Innaa Ilaihi Raaji'uun' adalah
kalimat istirja. Ucapan ini bukan cuma seruan saat mendengar
kabar duka, tapi punya arti banyak hal.
Kalimat istirja tersebut memiliki arti "Sesungguhnya Kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah Kami kembali."
Allah berfirman, "(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” (Sesungguhnya Kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah Kami kembali)." (QS. Al-Baqarah: 156).
Menurut
Ustadz Adi Hidayat (UAH), kalimat tersebut memiliki makna mengembalikan segala sesuatunya kepada Allah. Terutama saat mendapati sebuah kejadian yang tak biasa dan tak mudah.
"Karena kejadian yang tidak biasa dan tidak mudah ini, maka solusi tercepatnya adalah mengembalikan urusan tersebut kepada Allah," kata dia dikutip dari kanal YouTubenya, Ahad (4/12/2022).
Baca Juga: Sunnah Ucapkan Kalimat Istirja Ketika Tertimpa MusibahKepasrahan diri dan penyerahan urusan kembali kepada Allah juga merupakan tanda lemahnya manusia. Untuk itu, kalimat istirja digunakan untuk mengangkat derajat Allah ke tempat tertinggi dan memohon pertolongan kepada-Nya.
"Karena Allah yang paling Agung dan yang hanya bisa memberikan solusinya. Maka orang yang sabar ketika diuji akan mengatakan 'Innaa lillahi'," katanya.
Pendiri Quantum Akhyar Institute ini menambahkan, setiap hal yang menimpa manusia adalah milik Allah. Begitu juga dengan solusinya, sehingga kalimat istirja adalah upaya untuk meminta solusi kepada Allah.
"Sabar ketika ditimpa ujian berarti menerimanya. Kalau sudah menerima ujian yang diberikan, maka Allah akan memberikan solusinya," tambah dia.
(bal)