LANGIT7.ID, Jakarta - Umat Islam harus menyikapi
musibah dengan berprasangka baik ke Allah SWT. Dia berharap para penyintas
bencana tak selalu bersuudzan atas apa yang menimpanya.
Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) PP
Muhammadiyah, Budi Setiawan mengatakan, Indonesia akhir-akhir ini kerap dilanda bencana, mulai dari gempa bumi sampai erupsi gunung merapi.
"Tapi seorang muslim harus tahu bahwa Allah SWT memiliki sifat utama yaitu pengasih dan penyayang. Itu harus diingat," kata Budi dilansir laman
Muhammadiyah, Jumat (9/12/2022).
Menurut dia, hikmah di balik bencana alam itu merupakan rahmat Allah SWT. Jika manusia bisa menerima kehendak Allah dengan sikap husnuzan, tentu akan banyak hal positif di balik musibah.
Baca Juga: Bencana Alam Datang Bertubi-tubi, Teguran untuk Introspeksi DiriDia menegaskan, bahwa bagi muslim yang tertimpah musibah tidak boleh merespon dengan putus asa. Karena itu sikap yang jauh dari ajaran Agama Islam.
Merujuk ke beberapa ayat dalam Al Quran, Budi menjelaskan bahwa musibah dalam secara umum mengacu pada sesuatu yang netral, tidak negatif atau positif. Kata musibah berasal dari kata a-shaba yang berarti sesuatu yang menimpa kita.
Dalam istilah al-Quran, apa saja yang menimpa manusia disebut dengan 'musibah' baik yang berwujud kebaikan atau keburukan bagi manusia.
Tidak jarang bencana yang terjadi juga disebabkan ulah tangan manusia itu sendiri. Seperti adanya banjir yang disebabkan sungai mampet karena sampah.
"Allah itu memberikan segala sesuatu itu adalah kebaikan, cuman kita kadang-kadang tidak mensyukuri maupun menjaga kebaikan itu." katanya.
Budi juga mengapresiasi kiprah Relawan Muhammadiyah, dan relawan secara umum yang telah berjibaku untuk menyelamatkan penyintas, dan usaha menormalisasi aktivitas masyarakat secara umum.
(bal)