Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 05 Mei 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Mengenal Patahan Cugenang, Sesar Baru Penyebab Gempa Cianjur

ummu hani Ahad, 11 Desember 2022 - 09:05 WIB
Mengenal Patahan Cugenang, Sesar Baru Penyebab Gempa Cianjur
Mengenal Patahan Cugenang, Sesar Baru Penyebab Gempa Cianjur. Foto: Istimewa.
LANGIT7.ID, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menemukan, gempa di Cianjur, Jawa Barat dipicu pergeseran sesar baru dinamakan Patahan Cugenang dan bukan Cimandiri yang selama ini sudah ada.

Patahan aktif Cugenang merupakan sesar yang baru teridentifikasi. Dinamanakan Patahan Cugenang karena sesar ini melintasi kecamatan Cugenang. Sesar ini melintasi sembilan desa di dua kecamatan dengan straight atau lintasan mengarah ke barat laut tenggara.

Sembilan desa yang dilintasi garis patahan tersebut, yakni delapan desa di Kecamatan Cugenang yang terdiri dari Desa Ciherang, Desa Ciputri, Desa Cibeureum, Desa Nyalindung, Desa Mangunkerta, Desa Sarampad, Desa Cibulakan, dan Desa Benjot. Selain itu ada juga satu desa lainnya di ujung patahan yakni Desa Nagrak Kecamatan Cianjur.

Baca Juga: Status Gunung Semeru Melemah ke Level Siaga

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan, berdasarkan focal mechanism dan memperhatikan posisi episenter gempa utama dan susulan, pembangkit bencana di Cianjur itu adalah sesar baru Cugenang.

“Patahan ini berada pada juru berarah N 347 derajat East (E) dan kemiringan (dip) 82,8 derajat dengan mekanisme gerak geser menganan (dextral strike-slip),” ucap Daryono dalam siaran virtual di YouTube BMKG, dikutip Langit7.id, Ahad (11/12/2022).

Berdasarkan survey lapangan BMKG terhadap surface rupture atau rekahan permukaan tanah, titik longsor dan kerusakan lahan, teridentifikasi arah rekahan sesuai yang diduga. Patahan menunjukkan arah sesuai focal mechanism gempa bumi, yaitu N 347 derajat dengan jarak kurang lebih delapan kilometer.

Panjang patahan ini sekitar sembilan kilometer. Adapun radius berbahaya kiri dan kanannya 300-500 meter. Zona berbahaya direkomendasikan relokasi mencapai 8,09 kilometer persegi dengan total 1.800 rumah tinggal.

Menurut Daryono, kawasan tersebut harus dikosongkan dari bangunan tempat tinggal, tapi dapat dialihkan menjadi lahan pesawahan, resapan, hingga konservasi.

"Area yang terdokumentasi untuk di relokasi adalah area seluas 8,09 kilometer persegi dengan hunian sebanyak kurang lebih 1.800 rumah yang berada di dalam zona bahaya patahan geser Cugenang, meliputi sebagian Desa Talaga, Sarampad, Nagrak, Cibulakan," ucap Daryono.

Baca Juga: Jambore Suzuki Club 2022, Ajang Silaturahmi Sambil Beramal

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 05 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:13
Maghrib
17:49
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)