LANGIT7.ID-, Filipina -
Gempa bumi berkekuatan 6,9 skala Richter telah mengguncang Provinsi Cebu,
Filipina pada Selasa (30/9) malam. Dilaporkan ada 70 orang tewas dan ratusan orang terluka. Hingga kini gempa susulan masih terus terjadi.
Tepat pada pukul 21.59 waktu setempat pada hari Selasa (13.59 GMT), gempa bumi terjadi di 19 kilometer timur laut Kota Bogo di Provinsi Cebu, wilayah Visayas, Filipina bagian tengah. Badan pemantau gempa bumi menyatakan kedalaman gempa sekitar 10 kilometer (6,2 mil), menjadikannya gempa dangkal.
Gempa bumi yang dianggap "dangkal" biasanya menyebabkan kerusakan lebih parah karena episentrumnya dekat dengan permukaan bumi pada kedalaman antara 0 dan 70 kilometer, menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS).
USGS menyatakan telah mencatat empat gempa susulan berkekuatan 5 skala Richter atau lebih tinggi sejak gempa pertama di Filipina pada hari Selasa. Dampaknya dirasakan oleh penduduk di Kepulauan Visayan, yang meliputi Cebu, Biliran, dan Leyte. Sebagaimana melansir
Aljazeera.
Baca juga: 10 Gempa Bumi Terbesar yang Pernah Tercatat dalam SejarahInstitut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs) mengeluarkan peringatan tsunami untuk wilayah Leyte, Biliran, dan provinsi Cebu, tetapi mengatakan pada Rabu pagi bahwa pihaknya kini telah mencabut peringatan tersebut, dengan alasan tidak ada aktivitas gelombang yang tidak biasa.
Pemerintah daerah menetapkan sebagian provinsi Cebu dalam "keadaan bencana" setelah gempa bumi dahsyat tersebut merobohkan bangunan-bangunan dan juga memutus aliran listrik di Cebu dan pulau-pulau terdekat, menurut jaringan listrik nasional negara tersebut.
Kota Bogo di Cebu yang berpenduduk sekira 90.000 jiwa, menjadi kota yang terdampak paling parah dengan lebih dari 20 kematian terkonfirmasi, termasuk empat anak-anak. Beberapa properti hunian dan bangunan komersial rusak parah. (*/lsi/aljazeera)
Baca juga: Filipina Bakal Bangun Kota Halal, Sajikan Kuliner dan Budaya Muslim(lsi)